Monday, 25 September 2017

Satu Orang yang Selingkuh 120 Karyawan Dideportasi

Senin, 11 September 2017 — 5:51 WIB
kuma

MAU manjakan yang di bawah perut, perut keluarga 120 karyawan PT Mu, bakal keroncongan. Itulah kejadian di Batang (Jateng). Yang kepergok mesum mandor proyek, Hasan, 40, dengan pembantu proyek Satinah, 22. Tapi penduduk jadi emosi. Timbang bikin maksiat, 120 karyawan di “deportasi”.

Medan aksi mesum bisa terjadi di mana saja, ketika setan sedang menguasai batin dua anak manusia itu. Jangankan di hotel, di tempat bedeng pekerja proyek pun bisa terjadi.
Pelakunya jelas orang-orang lemah di benggol (keuangan), tapi kuat di bonggol. Ketimbang di hotel bayar mahal, di barak tempat tinggal para karyawan PT pun jadi.

Pola pikir seperti ini berlaku pula atas Mandor Hasan, warga Kandeman, Batang, Jateng. Oleh PT Mu, dia ditunjuk sebagai mandor untuk mengawasi 120 pekerja yang tinggal di mess kontraktor, di desa yang sama.

Namanya mandor, dia musti rajin keliling ke mess-mess, untuk mengamankan lokasi sekitar tempat tinggal para buruh. Di tempat ini ada seorang petugas pembersih ruangan, namanya Satinah. Masih muda, lumayan cantik pula, sehingga mandor Hasan pun langsung berubah ukuran celananya setiap melihat Satinah. Bodinya itu lho, sungguh sekel nan cemekel. Kata orang Yogya: jan tanja temenan!

Hasan sering merayu-rayu Satinah untuk siap diajak koalisi. Tapi si gadis selalu menolak, karena curiga: setelah koalisi paling-paling ngajak eksekusi. Orang seumur Hasan pasti rumah sudah punya anak bini. Jadi paling-paling dijadikan bini kedua. Ogah lah iyauwww. Gaji mandor paling berapa, mana cukup untuk berslendro-pelog (bini dua). Memangnya jadi istri cuma mikirin yang di bawah perut. Perut itu sendiri kan harus terjamin.

Mandor Hasan merasa tertantang, menghadapi Satinah. Pembantu saja, lagaknya jinak-jinak merpati, paling-paling nanti bertelur sendiri. Maka dia mulai merencanakan niat jahatnya. Ole-ole Kotaraja, kalau tak boleh ya diperkosa saja! Mandor Hasan pun sesumbar: tebalkan rangkap celana dan bajumu, tak urung kusikat juga milikmu!

Beberapa hari lalu Hasan benar-benar melancarkan niatnya. Saat Satinah sedang ngepel di sebuah kamar, langsung disusul dan dikuncinya dari dalam. Apa yang terjadi di kamar itu, tentunya yang tahu hanyalah Hasan dan Satinah sendiri. Melihat suasana yang hening tanpa gedubrakan, sepertinya semua lancar jaya.

Namun sial, ketika keduanya sedang asyik masuk, pemilik rumah kontrakan atas mess tersebut datang. Dia curiga melihat ada kamar yang tertutup. Ketika didobrak, munculah Satinah dan Mandor Hasan. Sadarlah apa yang terjadi, Satinah diomeli habis-habisan, jadi perempuan jangan gatel-gatel amat. “Saya dipaksa kok Bu, bukan maunya saya,” kata Satinah membela diri.

Warga sekitar mess jadi ngerubung, dan kemudian emosi. Sayangnya Mandor Hasan sudah kabur duluan. Penduduk yang tak mau kampungnya dijadikan arena mesum, langsung mengusir seluruh penghuni mess pergi. Padahal ada 120 pegawai yang tinggal disitu. Kini pihak kontraktor yang kerepotan mencarikan rumah pengganti buat para karyawannya.

Ini gara-gara mandor mau merumahkan “burung” miliknya. (AP/Gunarso TS)