Monday, 11 December 2017

Soal Penindakan Mobil Harus Miliki Garasi, Pemprov DKI Gandeng Polda Metro

Senin, 11 September 2017 — 21:41 WIB
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.(ikbal)

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.(ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Pemprov DKI Jakarta akan menggandeng Polda Metro Jaya untuk menerapkan peraturan kewajiban kepemilikan garasi bagi pemilik mobil. “Kami akan segera bertemu untuk membahas tentang payung hukum dan mekanisme pelaksanaannya,” ujar Gubernur Djarot Saiful Hidayat di Balaikota, Senin (11/9).

Djarot mengatakan sebenarnya hal itu sudah diatur dalam Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. “Di dalamnya antara lain tertulis kewajiban memiliki garasi bagi yang punya kendaraan. Jadi, kepemilikan garasi menjadi syarat mutlak bagi pemilik pemilik mobil ataupun yang akan membelinya,” jelasnya.

Jadi, pada pembahasan bersama Polda Metro Jaya, arahnya adalah penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) harus didasari surat keterangan punya garasi.
“Besok kami bersama Dinas Perhubungan dan Ditlantas Polda Metro Jaya akan kerja sama untuk penerbitan STNK ini,” kata Djarot. Menurutnya kebijakan ini dalam upaya mengurangi kemacetan lalulintas.

Pertumbuhan mobil di wilayah DKI Jakarta kini semakin sulit dikendalikan. Kalau dirata-rata jumlah mobil baru yang dibeli warga Jakarta tiap harinya berkisar 700 unit. “Sedangkan ruas jalan tidak pernah bertambah. Tentu saja kemacetan makin menjadi-jadi. Untuk itu perlu diperketat persyaratan memiliki mobil di Jakarta,” kata Djarot.

Kepemilikan garasi dinilainya sangat penting agar masyarakat tidak memarkir mobil sembarangan di kawasan permukiman. Selama ini, banyak warga yang memarkir mobil di bahu jalan dekat rumahnya. Mobil yang diparkir di sarana umum tersebut turut menyumbang kemacetan. (Joko)