Tuesday, 21 November 2017

Fotografer Memenangkan Gugatan Hukum ‘Monyet Selfie’

Selasa, 12 September 2017 — 10:02 WIB
Peta mengklaim bahwa monyet itu adalah kera betina bernama Naruto tapi Mr Slater mengklaim bahwa itu adalah kera jantan yang berbeda(.David J. Slater)

Peta mengklaim bahwa monyet itu adalah kera betina bernama Naruto tapi Mr Slater mengklaim bahwa itu adalah kera jantan yang berbeda(.David J. Slater)

Seorang fotografer telah memenangkan gugatan hukum setelah dua tahun melawan kelompok hak asasi hewan Peta dalam kasus foto “monyet selfie”.

Naruto, monyet atau kera mengambil gambar di hutan Indonesia pada tahun 2011 saat mengambil sebuah kamera milik David Slater dari Monmouthshire. Hakim AS mengatakan bahwa perlindungan hak cipta tidak dapat diterapkan pada monyet tersebut namun Peta mengatakan bahwa hewan tersebut harus diuntungkan.

Permohonan Peta atas “nama monyet” ditolak, ┬átapi Slater telah setuju untuk menyumbangkan 25% dari pendapatannya.

Dalam sebuah pernyataan bersama dari Peta dan Mr Slater, dikatakan bahwa fotografer tersebut akan memberikan seperempat dari dana yang dia terima dari menjual monyet itu sendiri ke badan amal terdaftar yang didedikasikan untuk melindungi kesejahteraan atau habitat Naruto.

“Kasus gugatan Peta memicu diskusi internasional besar tentang perlunya memperluas hak asasi manusia kepada hewan untuk kepentingan mereka sendiri, bukan sehubungan dengan bagaimana mereka dapat dieksploitasi oleh manusia,” kata pengacara Peta Jeff Kerr.

Mr Slater, dari Chepstow, mengatakan bahwa dia melakukan banyak usaha yang lebih dari cukup baginya untuk mengklaim hak cipta.

Dia juga mengatakan bahwa dia adalah seorang konservasionis dan ketertarikan terhadap citra telah membantu hewan di Indonesia.

Kasus ini terdaftar sebagai “Naruto v David Slater” tapi identitas monyet juga dalam perselisihan. Peta mengklaim bahwa itu adalah kera betina bernama Naruto dan Mr Slater mengatakan bahwa itu adalah kera jantan yang berbeda.

Namun hakim banding di sebuah pengadilan di San Francisco memutuskan untuk mendukung Slater setelah melakukan peradilan hukum dua tahun.

Dalam pernyataan bersama antara Peta dan Mr Slater, mereka mengatakan bahwa kasus ini “menimbulkan isu penting dan mutakhir tentang perluasan hak hukum untuk hewan non-manusia”.(Tri/BBC)