Monday, 20 November 2017

Janda Dibikin Hamil Dua Kali Akhirnya Ditinggal Kabur

Selasa, 12 September 2017 — 7:10 WIB
hamil

OKNUM polisi Bripka Wadi, 35, memang perayu ulung. Bagaimana tidak? Awalnya janda Nura, 30, ogah diajak pacaran mendalem. Tapi karena dirayu-rayu terus, akhirnya mau juga “didalemi”, bahkan sampai hamil dua kali. Yang pertama keguguran, tapi yang kedua malah ditinggal kabur. Nuraini lapor atasannya.

Jangan percaya mulut lelaki, berani sumpah tapi tak penuhi janji; begitu nasihat kakek nenek. Lelaki suka ngegombal, gombale Mukiyo lagi, memang selalu ada mewakili setiap jamannya. Dan anehnya, meski sudah banyak wanita yang jadi korbannya, masih ada generasi-generasi berikutnya yang mau dikadali.

Korban terbaru adalah janda Nura, warga Kapuas Hulu, Kalimantan Tengah. Dia adalah janda cantik, yang nasibnya tidak cantik. Perkawinan pertama gagal karena suami tergoda wanita lain. Tapi sekarang, kekasih barunya yang oknum polisi, Wadi, ternyata setali tiga uang. Untuk kedua kalinya Nura hanya dijadikan pemuas nafsu belaka, dan kemudian dibiarkan merana.

Sejak kegagalan perkawinan pertama, sebetulnya Nura sudah bertekad, akan selalu hati-hati menghadapi lelaki. Sebab sebagai janda muda nan cantik, pasti banyak lelaki yang berebut untuk mendapatkannya. Dan Nurai siap mengantisipasinya. Bukankah keledai pun bisa bersikap: takkan dua kali terjerumus di lobang yang sama.

Setelah beberapa bulan menjanda, memang ada sejumlah lelaki mengajak berkoalisi. Tapi Nura tahu, semua itu pembual belaka. Tapi ketika menghadapi Bripka Wadi, dia secara jujur mengakui bahwa memberi penilaian lain. Soalnya Nuraduduk bersamanya bisa nyaman.Beda dengan lelaki lainnya, jika ada peluang selalu mencoba usaha.

Wadi memang berpenampilan santun, meski tidak nyalon gubernur. Menghadapi wanita dia selalu bersikap, maju perempuannya, bahagi orangnya. Dan Nura tak tahu siasat ini. Begitu si janda mulai jinak, Wadi mengatakan yang sebenarnya bahwa dirinya sudah punya anak istri. Ternyata Nuraini tidak menghindar, prinsipnya kemudian, “Sekedar koalisi kan nggak papa, yang penting jangan eksekusi”

Tapi pada akhirnya, Wadi menunjukkan sifat aslinya. Ketika Nura sudah lengket seperti lem Takol, oknum polisi itu kemudian mengajaknya hubungan intim bak suami istri. Tentu saja Nura menolak, tapi Wadi tidak putus asa. Dia terus berusaha, dan akhirnya….., Nura bertekuk lutut dan berbuka paha juga.

Entah berapa kali Wadi ngejar wadi (benda rahasia bebas bergerak) atas Nura, tahu-tahu sijanda hamil. Dengan berbagai cara oknum polisi itu berhasil menggugurkan sijanin tanpa Nura curiga. Tapi setelah itu, kembali Nuraini-Jarwadi berbuat, dan hamil lagi juga.

Untuk kedua kalinya dia minta Wadi untuk bertanggungjawab, dijadikan bini kedua dan disiri saja, juga nggak papa. Tapi ternyata Wadi memang aslinya begitu, hanya doyan begituan. Soalnya meski dulu janji siap tanggungjawab, sekarang malah kabur entah ke mana. Terpaksa bersama keluarganya Nura mengadu ke Propam Polda Kalteng.

Mengadu ke polisi, karena jadi korban mengadu sesuatu. (JPNN/Gunarso TS)