Saturday, 25 November 2017

Kronologis Beda, Kadiskes DKI Datangi RS Mitra Keluarga Kalideres

Selasa, 12 September 2017 — 14:07 WIB
Dinas Kesehatan datangi RS Mitra.(yendhi)

Dinas Kesehatan datangi RS Mitra.(yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Kepala Dinas Kesehatan  (Kadiskes) DKI, Koesmedi Priharto menyambangi Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Selasa, (12/9/2017). Hal itu dilakukan untuk mencocokkan keterangan antara pihak rumah sakit dengan  orangtua Tiara Debora Simanjorang.

“Sudah disampaikan, kita akan lihat hari ini apakah (keterangan-Red) sesuai dengan yang disampaikan kepada kita kemarin,” ujar Koesmedi saat tiba di RS Mitra Keluarga, Selasa (12/9/2017).

Koesmedi datang bersama Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Weningtyas dan sejumlah staf lainnya.

Diakui, sebelumnya mereka telah mendatangi kediaman orangtua korban yang berada di Jalan Benda, Kota Tangerang. Rudianto Simanjorang, ayah Debora memberikan keterangan yang berbeda dengan yang disampaikan RS Mitra Keluarga.

“Salah satu faktanya adalah tentang kepesertaan di BPJS. Kemarin mereka (RS Mitra Keluarga) menyatakan awalnya tidak tahu (Debora peserta BPJS),” ujar Koesmedi.

Dari keterangan pers dari RS Mitra Keluarga kemarin, Senin, (11/9), mereka tidak mengetahui jika orangtua Debora sebagai peserta BPJS. Rumah sakit baru mengetahui setelah melakukan perawatan terhadap Debora.

Sedangkan dari keterangan orangtua Debora, mereka sejak awal masuk sudah memberi tahu jika terdaftar sebagai peserta BPJS dan meminta agar putrinya segera mendapat pertolongan ke pediatric intensive care unit (PICU) sesuai rekomendasi RS.

“Memang kami melihat ada sesuatu yang berbeda. Kalau rumah sakit tidak bisa membuktikan, tentunya ada beberapa kesalahan,” tandas Koesmedi.

Usai memberikan keterangan Kosmedi bersama rombongan langsung masuk kedalam Rumah sakit Mitra Keluarga Kalideres. Setelah itu, mereka berencana akan mengunjungi Kementerian Kesehatan RI untuk melakukan pembahasan terkait kasus ini.

Sebelumnya, pasien bayi bernama Tiara Debora Simanjurang, meninggal di RS MK Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (3/9/2017). Orang tua Debora mengaku pihak rumah sakit tidak memberikan pelayanan kesehatan maksimal padahal Debora yang membutuhkan pelayanan kesehatan di pediatric intensive care unit (PICU).

Rumah sakit tidak segera memasukkan Debora ke PICU karena orang tua Debora saat itu baru dapat membayar uang muka Rp5 juta, sedangkan pihak rumah sakit meminta uang muka sebesar 50 persen dari total uang yang harus dibayar Rp19,8 juta. Akibat tidak segera diberi pelayanan di PICU, akhirnya bayi Debora meninggal dunia.

(yendhi/sir)