Sunday, 24 September 2017

Permintaan Indonesia Laga Akhir Penyisihan Grup B Piala AFF U-18 Digelar Bersamaan Ditolak

Selasa, 12 September 2017 — 22:05 WIB
Indra Sjafri, pelatih timnas Indonesia U-19. (instagram indrasjafri)

Indra Sjafri, pelatih timnas Indonesia U-19. (instagram indrasjafri)

MYANMAR – Laga babak penyisihan terakhir di Grup B Piala AFF U-18 digelar Rabu (13/9/2017) antara Indonesia melawan Brunai Darussalam dan Vietnam melawan Myanmar.

Tiga negara berpeluang lolos yaitu Vietnam, Myanmar dan Indonesia. Hanya saja Vietnam yang lebih berpeluang karena memiliki nilai sembilan sedangkan Indonesia dan Myanmar baru mengumpulkan nilai enam.

Melihat dari kemampuan yang ada, Vietnam berada di atas Myanmar. Namun bisa saja Vietnam mengalah kepada tuan rumah jika sudah mengetahui hasil laga antara Indonesia melawan Brunai.

Ada keuntungan lain bagi Vietnam jika mengalah karena akan terhindar dari Thailand yang hanya jadi runner-up di Grup A.

Hitung-hitungan yang ada soal peluang ketiga negara :

-. Jika Vietnam menang melawan Myanmar dan Indonesia menang melawan Brunai yang lolos ke semifinal adalah Vietnam dengan Indonesia.

-. Jika Vietnam seri melawan Myanmar dan Indonesia menang melawan Brunai yang lolos adalah Vietnam dan Indonesia.

-. Jika Vietnam seri melawan Nyamar dan Indonesia seri melawa Brunai, yang lolos adalah Vietnam dan Myanmar karena menang selisih gol dari Indonesia.

-. Jika Vietnam kalah dari Myanmar 0-1 dan Indonesia menang 8-0 dari Brunai. yang masuk semifinal adalah Myanmar dan Indonesia. Namun jika tidak sampai 8-0, maka yang melaju adalah Vietnam dan Myanmar. Ini berarti ketika negara memiliki nilai sembilan dan yang lolos ditentukan selisih gol.

Adapun selisih gol yang ada sekarang adalah Vietnam memasukkan 16 gol dan kemasukan 1 gol (selisih 15 gol) . Myanmar memasukkan 14 gol dan kemasukan 2 gol (selisih 12 gol) , sedangkan Indonesia memasukkan 11 gol dan kemasukan 4 gol (selisih 7 gol).

Melihat dari situasi ini pelatih Indonesia Indra Safei meminta agar laga keempat negara dilakukan secara bersamaan. Pasalnya sesuai jadwal Indonesia terlebih dahulu melawan Brunai baru malam harinya Vietnam melawan Myanmar.

Namun permintaan itu ditolak panitia dengan alasan hanya Stadion Thuwunna, Yangon yang memilik lampu dan bisa dilakukan malam hari. Sementara Stadion Aung San tidak punya lampu dan tidak bisa main malam.
Jika laga dilakukan semua pada sore hari Vietnam menolak karena selama ini selalu bertanding sore hari dan tentu lebih menguras tenaga karena cuaca yang panas.

Oleh karena itu Indonesia hanya pasrah atas hasil Vietnam melawan Myanmar jika kita tidak mampu menang minimal 8-0. (B)