Monday, 20 November 2017

Banyak Penderita Gangguan Jiwa di Jabar

Rabu, 13 September 2017 — 9:45 WIB
gedung sate bandung

PURWAKARTA (Pos Kota) – Badan Pembentukan Perda DPRD Provinsi Jawa Barat akan membuat Perda mengenai kesehatan serta mengatur orang yang mengalami gangguan jiwa. Ini menyusul banyaknya kasus gangguan jiwa di Jawa Barat yang masih belum tertangani.

Hal itu diungkapkapkan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H Rustandie, dikediamannya Jl Veteran, Purwakarta, Rabu (13/09/2017).

Menurutnya, perda kesehatan itu dianggap mendesak dibuat berangkat dari keprihatinan masih banyaknya kasus gangguan jiwa di Jabar yang belum tertangani.

Diperburuk, lanjut Rustandie,fasilitas kesehatan jiwa di Jawa Barat saat ini masih sangat minim.

Semisal keberadaan Rumah sakit Jiwa (RSJ) yang hanya ada di bandung saja, serta minimnya sumber daya manusia seperti dokter jiwa, psikiater, perawat dan fasilitas perawatan yang masih terbatas. “Ini yang menjadi keprihatinan kita,” ujar politisi Nasdem itu.

Rustandie mengungkapkan, akibat minimnya fasilitas kesehatan pemahaman masyarakat bergeser terhadap penanganan penderita kelainan jiwa. “Masyarakat beranggapan penyakit gangguan jiwa dapat diobati secara tradisional. Ini pemahaman keliru. Kita ikut prihatin,” sesal dia.

Disebutkan, Badan Pembentukan Perda DPRD Provinsi Jabar mencoba merumuskan untuk membuat Perda mengenai kesehatan jiwa.

Ini, kata dia, sebagai upaya pelayanan kesehatan jiwa serta memberikan masukan agar Pemprov Jabar bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat yang khusus menangani kejiwaan.

“Diharapkan Pemprov Jabar berperan aktif menangani permasalahan kesehatan jiwa ini,” kata dia.

Harapan lainnya, lanjut dia, dengan dibentuknya raperda gangguan jiwa, hak masyarakat dapat terpenuhi. Dengan demikian di Jawa Barat tidak akan ada lagi orang yang mengalami gangguan jiwa berkeluyuran dijalan.

(dadan/sir)