Saturday, 23 September 2017

Buang Mayat Pasutri, di Perjalanan Mantan Sopir Jual Emas Rampokan

Rabu, 13 September 2017 — 21:59 WIB
pembunuh pasutri

JAKARTA (Pos Kota) – Polisi meringkus tiga pembunuh pasangan suami istri Husni Zakaria (58) dan Zakiah Masrur (53), pengusaha garmen. Seorang di antaranya ditembak mati karena melawan saat diminta menunjukikan sisa penjualan emas hasil rampokan.

Ketiga pelaku adalah Ek, SU, dan mantan sopir korban, AZ, yang tewas ditembak polisi. Dalam pemeriksaan terungkap pasangan itu dihabisi di rumahnya di Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Minggu (10/9/2017) sekira pukul 19:30.

Kawanan ini juga menggasak harta pasangan pengusaha garmen itu. “Barang yang diambil adalah 15 jam tangan, emas, laptop, hingga mobil Toyota Altis yang digunakan untuk membawa jasad korban,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta, Rabu (13/9/2017).

(Baca: Dibunuh di Jakarta, Jasad Pasutri yang Ditemukan di Purbalingga Sempat Ditinggal di Pekalongan)

Dalam perjalanan, sambungnya, kawanan ini empat menjual beberapa emas. “Uang yang didapat diibagi tiga,” sambungnya, “sebagian emas lainnya disimpan.”

Setelah ketiganya ditangkap, polisi melakukan pengembangan. “Mereka diminta menunjukkan tempat menyimpan emas tersisa. Tapi AZ melawan hingga terpaksa dilakukan tindakan tegas,” kata Nico menjelaskan alasan penembakan terhadap mantan sopir korban itu. “Dia meninggal ketika kami bawa ke rumah sakit.”

(Baca: 20 Tahun Bekerja, Ini Alasan Pelaku Menghabisi Pasutri Pengusaha)

Dari dua tersangka Ek dan SU, polisi mengamankan uang Rp120 juta hasil penjualan emas, buku tabungan, laptop, dan handphone.

“Kami masih melakukan perhitungan ya. Karena kalau 15 jam tangan itu nilainya sekitar Rp400 jutaan, kemudian emas dijual sekitar Rp120 juta, lalu ada beberapa rekening yang belum diambil. Sementara kerugian sekitar Rp1 miliyar ya. Mobil Altis nya juga,” jelas Nico.

Dua pelaku dijetrat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Mereka diancam hukuman mati. (yendhi/yp)