Saturday, 23 September 2017

Dibunuh di Jakarta, Jasad Pasutri yang Ditemukan di Purbalingga Sempat Ditinggal di Pekalongan

Rabu, 13 September 2017 — 20:22 WIB
Pasutri pengusaha garmen yang dibantai perampok.(ist/sn)

Pasutri pengusaha garmen yang dibantai perampok.(ist/sn)

JAKARTA (Pos Kota) – Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta menyebut pasangan suami istri (Pasutri) Husni Zakaria (58) dan Zakiah Masrur (53) dibunuh terlebih dahulu di rumahnya di Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Keduanya dibawa ke Purbalingga Jawa Tengah oleh tiga pelaku. yakni Ek, SU, dan AZ, mantan sopir yang akhirnya ditembak mati polisi karena melawan saat disergap.

Menurut Nico, para pelaku, terutama AZ, melakukan pembunuhan karena merasa sakit hati terhadap korban yang memperlakukan tidak baik selama 20 tahun dirinya bekerja. Lantas ia mengajak dua rekannya untuk melakukan pembunuhan yang direncanakan dengan matang di rumah kontrakan AZ di kawasan Tangerang.

“Mereka sudah menyiapkan dua sepeda motor kemudian lakban, tali, sarung tangan. Ketika itu langsung mendatangi rumah korban. Ketika itu istri korban membuka pintu langsung dianiaya hingga meninggal dunia. Mereka lantas menunggu sang suami yang selesai melaksanakan ibadah. Datang ke rumah sekitar 20 menit seketika itu juga diniaya. Dimungkinkan pada saat itu meninggal,” kata Nico di Mapolda Metro Jaya, Rabu (13/9/2017).

(Baca: Begini Sadisnya Mantan Sopir Menghabisi Pasutri Pengusaha Garmen)

Usai membunuh dengan berpura-pura bertamu pada Minggu (10/9/2017) sekira pukul 19:30, ketiga pelaku langsung menguras benda berharga di rumah korban. Termasuk mobil Toyota Altis yang digunakan untuk membawa jasad korban.

“Semula, mobil ini diarahkan ke Pekalongan dan mayat ditaruh di dalam bagasi. Mayat ditinggal di Pekalongan, dengan harapan di pekalongan adalah daerah asal korban,” kata Nico.

Namun, pelaku membatalkan rencana itu. Jasad Pasutri itu kembali dimasukkan ke bagasi mobil. Mereka kemudian bergerak ke daerah AZ di Purbalingga.

Jasad pasangan itu ditemukan warga sekira pukul 06:00 dalam keadaan terikat dan dibungkus bedcover. Setelah diketahui identitasnya, kepolisian setempat berkoordinasi dengan Polsek Tanah Abang yang pada dini hari mendapat laporan perampokan dan orang hilang di Bendungan Hilir. (yendhi/yp)