Saturday, 23 September 2017

Disambangi KPK, SBY Anggap Kolaborasi Positif

Rabu, 13 September 2017 — 17:20 WIB
Ketua Umum DPP Partai Demokrat,  Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Sekjen Partai Demokrat,  Hinca Pandjaitan melakukan pertemuan dengan Komisioner KPK,  Basaria Pandjaitan (julian)

Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Sekjen Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan melakukan pertemuan dengan Komisioner KPK, Basaria Pandjaitan (julian)

JAKARTA (Pos Kota) – Pimpinan dan jajaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi Kantor DPP Partai Demokrat di Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2017). Kedatangan mereka disambut Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan pengurus partai tersebut.

Pada kesempatan ini jajaran KPK dengan pengurus dan pejabat teras Partai Demokrat berdiskusi soal sistem integritas Partai politik.
“Alhamdulillah hari ini adalah hari yang penting karena secara formal KPK hendak melakukan kolaborasi positif untuk bersama-sama mengemban tugas yang amat mulia: Mencegah dan memberantas korupsi di negeri ini,” kata SBY, di awal pidatonya.

Ia menilai, kegiatan diskusi yang diprakarsai oleh lembaga antirasuah ini sangat baik karena bekerja sama dengan semua parpol. “Mengingat banyak sekali penyakit politik dan penyakit demokrasi yang sebagian dari penyakit itu menjadi tugas KPK untuk memberantasnya, untuk menyembuhkannya,” ujarnya.

SBY pun mengaku percaya, KPK dan para pengurus maupun kader Partai Demokrat memiliki komitmen yang sama. Yaitu komitmen untuk membangun negara yang bersih, bebas dari korupsi.

“Penyelenggara negaranya pun dan pejabat pemerintah makin akuntabel dan semua kader-kader partai politik yang ada di negeri ini, termasuk juga pejabat negara dan pemerintahan integritasnya makin baik. Sehingga bisa terbebas dari perilaku korupsi,” imbuhnya.

Oleh karena itu, SBY menambahkan, Demokrat menyambut baik dan mendukung prakarsa dari KPK untuk bersama-sama membangun sistem integritas partai politik.

Adapun pimpinan KPK yang hadir adalah Wakil Ketua, Basaria Panjaitan. Ia menjelaskan, kedatangan jajaran lembaga antirasuah ini merupakan safari diskusi yang diinisiasi lembaganya.

partai demokrat2

Selain di Demokrat, KPK juga mengadakan diskusi serupa di kantor Partai Nasional Demokrat. Sebelumnya, mereka ke kantor PDI Perjuangan, Gerindra, PKB dan Hanura. “Tujuannya hanya satu karena memang kebetulan KPK itu telah melakukan beberapa kajian tentang sektor politik, karena kita tahu ada beberapa permasalahan di sektor politik,” kata Basaria.

Ia pun menyampaikan, berdasarkan survei, partai merupakan lembaga yang tidak dipercaya lagi oleh masyarakat selain DPR dan DPRD. “Ini adalah hasil survei Indikator Politik Indonesia tahun 2016, kemudian DPR dan DPRD berada dalam tiga besar, lembaga yang dipersepsikan korup juga,” ucapnya.

Ia menambahkan, merosotnya nilai partai di mata masyarakat turut mempengaruhi tingkat partisipasi dalam pemilihan Presiden, pemilihan kepala daerah, dan pemilihan anggota legislatif. Ia mencontohkan, pemilu tahun 2015 tingkat partisipasi masyarakat hanya sekitar 64 persen, lebih rendah dari yang ditargetkan, di atas 75 persen.

“Kenapa KPK punya pemikiran harus ikut dan mengajak seluruh partai di dalam hal ini, karena maraknya korupsi di sektor politik,” imbuhnya.
“Jadi ini adalah titik awal pertemuan kita antara KPK dan Partai Demokrat yang kita harapkan adalah suatu kelanjutan dari hasil kajian-kajian yang dibuat oleh KPK,” tuntasnya.

Sejumlah pejabat teras Partai Demokrat yang hadir dalam diskusi tersebut antara lain Wakil Ketua Umum Roy Suryo, Sekjen Partai Hinca Panjaitan, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amir Syamsudin, Wasekjen Didi Irawadi, dan Ketua Fraksi Partai Edhi Baskoro Yudhoyono. (julian/yp)