Tuesday, 21 November 2017

Kasus Bayi Debora, IDI Minta Jangan Salahkan Dokter

Rabu, 13 September 2017 — 0:29 WIB
Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, jakarta Barat (yendhi)

Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, jakarta Barat (yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan dokter bekerja sesuai kewengan yang diatur oleh manajemen rumah sakit (RS). Oleh karena itu, IDI meminta dokter tidak dikambing-hitamkan dalam kasus meninggalnya bayi Debora, di RS Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat.

“Dokter tidak dapat bekerja melampaui kewenangan yang sudah ditetapkan oleh rumah sakit, ” kata Ketua Umum IDI Ilham Oetama Marsis, di Gedung Mahkamah Konstisusi (MK), di Jalarta, Senin (12/9).

Ilham berencana mengklarifikasi kepada dokter dan pihak rumah sakit guna mencari tahu persoalan sebenarnya, sehingga kasus serupa tak terulang lagi di masa datang.

” Kita tidak ingin menuduh A, B dan lain bersalah. Kita alan bicarakan agar tidak ada kasus Deborah lainnya, ” ujarnya sembari tidak menepis kemungkinan adanya ketidakwajaran dalam penanganan pasien Deborah.

Seperti diberitakan, RS Mitra menolak untuk meeawat Deborah dalam ruang PICU, karena harus membayar uang muka sebesar Rp11 juta lebih. Sedangkan, orang tua Deborah baru mampu menuediakan Rp5 juta dan berjanji akan melunasi sisanya.

Manajemen RS Mitra tetap menolak sampai alhirnya maut menjempit bagi mungil yang cantik. Saran ke ruamg PICU, setelah Ts Mitra sempat mengambil tindakan medis sesampainya Deborah di RS Mitra. (ahi)