Monday, 11 December 2017

Kepala SDN 01 Tanjung Duren Selatan Benarkan Muridnya Nyaris Diculik

Rabu, 13 September 2017 — 16:55 WIB
Mulyadi, Kepala Sekolah SDN 01 Pagi Tanjung Duren Selatan (yendhi)

Mulyadi, Kepala Sekolah SDN 01 Pagi Tanjung Duren Selatan (yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) –  Mulyadi, Kepala Sekolah SDN 01 Pagi Tanjung Duren Selatan membenarkan adanya insiden percobaan penculikan oleh orang tidak dikenal terhadap salah satu siswi-nya.

Ia menceritakan, berdasarkan keterangan tiga siswinya yakni korban bersamadua temannya  , Sri Ayu Agustin, dan Siti Fatimah yang masih duduk dikelas empat,  hendak menuju tempat Les tidak jauh dari lingkungan sekolah.

“Kejadian diluar jam sekolah, jadi jam 1 (13.00 WIB) korban  pulang kerumahnya yang jaraknya kurang lebih seratus meter di Gang Manggis. Setelah pulang terus mau les diluar sekolah,” kata Mulyadi saat ditemui poskotanews.com diruang kerjanya, Rabu, (13/9/2017).

(Baca: Viral di Medsos, Siswi SD Tanjung Duren Nyaris Diculik)

Sebelum tiba ditempat Les, saat didepan sekolah sekitar pukul 14.30 WIB mereka menyempatkan untuk jajan Cilok terlebih dahulu. Setelah dilayani pedagang, sembari membawa jajanan tersebut mereka melanjutkan perjalanan

Sekitar 20 meter dari tukang cilok tersebut terdapat mobil hitam yang tengah terparkir dipinggir jalan. Namun, tiba-tiba turun satu pria yang langsung membekap mulut korban menggunakan tangan kiri dan berusaha memasukkan kedalam mobil.

“Alhamdulilah-nya si anak ini gigit tangannya si penculik, setelah lepas terus lari,” tuturnya.

Saat kejadian tersebut, dua teman korban hanya bisa menyaksikan tanpa berani memberikan pertolongan. Ironisnya, dari pengakuan ketiga bocah tersebut mereka sempat melihat dua anak laki-laki didalam mobil dengan posisi mulut dilakban sedangkan tangan serta kakinya terikat.

“Mudah-mudahan itu hanya penglihatan mereka saja yang sedang kabur,” harapnya sembari merasa iba jika memang ada anak lain yang menjadi korban penculikan.

Saat ini pihaknya telah membuat laporan kepolisian dan ditindaklanjuti oleh Polisi Sektor Tanjung Duren yang langsung mendatangi lokasi serta memeriksa tiga siswinya. Meski sekolah tidak mempunyai kamera Closed Circuit Television (CCTV) tapi polisi telah meminta dua CCTV dari dua warga tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Mudah-mudahan cepet ketangkap,” pungkasnya.

Dari pantauan poskotanews.com di SDN Pagi Tanjung Duren Selatan 01 terlihat ramai para orangtua siswa yang hendak menjemput putra putrinya. Mereka mengaku khawatir dengan adanya insiden yang menimpa Putri Inka.

Mahrus (35), ia sengaja menjemput anaknya karena takut penculik masih berkeliaran dan akan menimpa putrinya “Ya sangat takut, ngeri mas namanya buah hati,” katanya.

Selain mengantar dan menjemput putrinya, Mahrus mengaku akan ekstra waspada dan lebih memberikan pengetahuan terhadap putrinya terkait hal-hal bahaya.

“Saya kasih tau kalau bisa waktu pulang jangan pulang dulu sebelum orangtua datang, jangan sampai kalau ada orang tanya pulang kemana dan bilang temen orangtua saya bilang jangan ikutin mending nunggu orangtua,” ujar Marus.(yendhi/tri)