Wednesday, 18 October 2017

Kurir 270 Kg Sabu Divonis Mati, Langsung Cium Kaki Ibunya

Rabu, 13 September 2017 — 20:00 WIB
Terdakwa Irwantoni dalam kasus 270 kg sabu mencium kaki ibunya

Terdakwa Irwantoni dalam kasus 270 kg sabu mencium kaki ibunya

MEDAN (Pos Kota)- Terdakwa Irwantoni alias Ruslan,38, dijatuhi hukuman mati dalam kasus pengiriman 270 kg sabu dari Dumai ke Medan oleh Majelis Hakim, Rabu (13/9).

Jalannya persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan yang dipimpin ketua majelis Saryana sempat mengundang perhatian pengunjung.

Pasalnya, sebelum majelis menggelar persidangan, terlebih dahulu pria asal Riau ini bersujud di kaki Iyem, ibunya. Sang ibu baru tiba dari Kota Pinang, Labuhanbatu Selatan, Sumut dan langsung menuju kantor PN Medan.

“Maaf ya mak, bukan aku bosnya, Ayau semua dan dia yang duluan mati,” ujar Irwantoni sembari memeluk kaki ibunya.

Menurut Saryana, Irwantoni dinyatakan telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika karena mengirim 270 kg sabu-sabu asal China dari Dumai ke Medan.

“Majelis menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Irwantoni alias Ruslan dengan pidana mati,” kata Saryana.

Putusan majelis hakim sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sindu Hutomo.

Irwantoni yang ditanya pendapatnya soal putusan itu langsung menyatakan akan melakukan upaya banding.

Dalam perkara pengiriman 270 kg sabu-sabu ini, 4 terdakwa telah dijatuhi hukuman mati. Keempatnya yaitu Daud alias Athiam, pengusaha jasa pengiriman asal Bengkalis, Riau,Ayau, warga Bengkalis, Riau, Lukmansyah Bin Nasrul, penduduk dan Jimmi Syahputra Bin Rusli, warga Pancur Batu, Deli Serdang, Sumut.

Pengiriman sabu-sabu ini dibongkar Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 17 Oktober 2015. (samosir)