Sunday, 22 October 2017

Kasus Kematian Debora

Menkes: RS Mitra Keluarga Kalideres Harus Diberi Sanksi Administrasi

Rabu, 13 September 2017 — 17:27 WIB
Menkes Nila F Moeloek. (Ist)

Menkes Nila F Moeloek. (Ist)

JAKARTA (Pos Kota) –  Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres diberikan sanksi administrasi oleh Menteri Kesehatan Nila Djuwita Farid Moeloek, terkait kematian bayi Tiara Debora.

Sanksi dijatuhkan berdasarkan hasil penelusuran investigasi Kementerian Kesehatan yang tertuang dalam surat resmi Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor UM.0105/Menkes/395/2017 tertanggal 13 September 2017.

“Memerintahkan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta memberikan sanksi administrasi sesuai dengan kewenangan, berupa teguran tertulis,” ujar Nila seperti tertuang dalam surat resmi Menkes, Rabu (13/9/2017).

Adapun sanksi lainnya akan ditentukan setelah dilaksanakan audit medik. Oleh karena itu, Menkes juga memerintahkan Dinkes Provinsi DKI Jakarta untuk mengkoordinasikan pelaksanaan audit medik yang dilakukan oleh ikatan profesi.

Dalam surat tersebut, tercantum sejumlah poin hasil penelusuran Kemenkes serta kesimpulan investigasi.

Terdapat lima poin kesimpulan. Pertama, layanan medik sudah diberikan pihak rumah sakit. Namun, untuk menilai kesesuaian dengan standar maka akan tetap ditindaklanjuti dengan audit medik oleh profesi.

Kedua, ditemukan memang ada kesalahan pada layanan administrasi dan keuangan yang diberikan oleh rumah sakit terhadap status pasien.

(Baca: Penanganan Debora, Dinkes: RS MK Kalideres Menyimpang)

Ketiga, pasien tetap membayarkan biaya perawatan dan diterima oleh pihak rumah sakit.

Keempat, kebijakan internal rumah sakit belum berjalan dengan baik dan ada kebijakan uang muka yang tak sejalan dengan peraturan perundang-undangan.

“(Kelima), Bahwa kebijakan rumah sakit belum secara utuh diketahui oleh petugas yang berada di layanan informasi,” ucap Nila.

HASIL PENELUSURAN INVESTIGASI PASIEN BAYI TD ( KEMENKES RI )

Sebelumnya, bayi Tiara Debora meninggal dunia di RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, pada Minggu (3/9/2017) lalu setelah disebut tidak menerima penanganan medis memadai karena uang muka perawatan yang diberikan orangtuanya tidak mencukupi.

Debora sempat diberikan  pertolongan pertama oleh staf medis saat dibawa kerumah sakit tersebut pada Minggu dini hari. Oleh dokter yang menangani, Debora harus masuk ruang PICU (pediatric intensif care unit) karena kondisinya menurun.

Namun, keluarga tidak bisa membayar biaya seperti yang diminta rumah sakit sebesar Rp19,8 juta, mereka diminta mencari rumah sakit lain, hingga akhirnya Debora tidak berhasil diselamatkan.(Ikbal/Tri)