Thursday, 23 November 2017

Mesir Putus Hubungan Militer dengan Korut

Rabu, 13 September 2017 — 13:11 WIB
Menteri Pertahanan Mesir, Sedki Sobhi. (ist)

Menteri Pertahanan Mesir, Sedki Sobhi. (ist)

MESIR – Sebagai upaya penguatan sanksi terhadap Korea Utara atas uji coba rudal balistik dan uji coba bom nuklirnya, Mesir akhirnya memutuskan hubungan militernya dengan negara pimpinan Kim Jong-un tersebut.

“Mesir akan secara aktif bekerja sama dengan Korea Selatan melawan Korea Utara yang mengancam perdamaian,” kata Menteri Pertahanan Mesir, Sedki Sobhi, saat bertemu Menteri Pertahanan Korea Selatan, Song Young-moo, seperti dilansir Middle East Monitor, Rabu (13/9/2017).

( BACA : PBB Akhirnya Jatuhkan Sanksi Baru Untuk Korea Utara )

Selama beberapa dekade, Mesir mempertahankan hubungannya dengan Korut. Beberapa senjata milik Mesir juga dibeli dari Pyongyang untuk meningkatkan persenjataan rudal menengah dan misil darat negara.

Namun, Mesir akhirnya terimbas karena hubungannya dengan Korut. Bulan lalu, Amerika Serikat memotong militer dan ekonomi senilai US$300 juta ke Mesir, karena dianggap tersangkut kasus hak asasi manusia yang berhubungan dengan Pyongyang.

BACA : Tolak Sanksi PBB, Korea Utara Akan Buat AS Rasakan Sakit Terbesar )

Seperti diberitakan sebelumnya, Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) kembali menjatuhkan sanksi kepada Korut, sebagai  usaha untuk mencegah Korea Utara mendapat  bahan bakar dan memperoleh pendapatan untuk program senjatanya.

Langkah-langkah tersebut dengan membatasi impor minyak dan melarang ekspor tekstil. Sanksi ini  disetujui setelah uji coba nuklir keenam dan Korea Utara yang pertama bulan ini.

Namun, Korut dengan tegas menolak sanksi tersebut dan menuduh Washington memilih “konfrontasi politik, ekonomi dan militer”. (embun)