Saturday, 23 September 2017

Melawan dan Coba Kabur

Satu Pembunuh Pasutri di Purbalingga Ditembak Mati

Rabu, 13 September 2017 — 14:45 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Salah seorang pelaku perampokan dan pembunuhan pasangan suami isteri (pasutri) asal Tanah Abang di Purbalingga,  tewas ditembak polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pok Argo Yuwono menjelaskan, penembakan terpaksa dilakukan karena salah satu pelaku yang bernama AZ  mencoba melarikan diri saat olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Saat itu petugas membawa ketiga pelaku yang bernama AZ, EK, dan SU untuk menunjukkan lokasi penadah barang rampokan mereka. Dalam perjalanan tersangka AZ melawan dan melarikan diri. Kami terpaksa  melakukan tindakan tegas terukur,” ujar Argo saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (13/9/2017).

Argo menerangkan, saat itu pelaku sedang diminta menunjukkan tempah penadah barang rampokan di daerah Kudus. “Dia lari dan kita beri tindakan tegas,” tuturnya.

pembunuh pasutri

Kasubdit III Resmob Polda Metro Jaya , AKBP Supriyono saat berada di RS Bhayangkara , Semarang , Rabu (13/9/2017) juga  membenarkan penembakan terhadap salah satu pelaku.

Disebutkan , tiga pelaku pembunuhan yang ditangkap tersebut adalah Eka , Sutarto dan AZ . “Tersangka AZ berupaya melukai petugas yang akan menangkapnya sehingga terpaksa ditembak mati, ujarnya kepada wartawan .

Menurut Supriyono , penangkapan itu dilakukan tim gabungan dari Polda Metro jaya , Polda Jateng dan Polres Grobogan .

Dalam keterangan , polisi juga menunjukkan sejumlah barang bukti yang berhasil disita dari para pelaku . Antara lain, uang tunai yang diperkirakan puluhan juta rupiah dan hasil rampokan lainnya.

(Baca: Mantan Sopir, Diduga Salah Satu Pelaku Pembunuh Pasutri)

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga pelaku pembunuh pasutri ini ditangkap di sebuah hotel di Grobogan, ketika berfoya-foya, karaoke pada Selasa (12/9/2017) malam.

Mereka merampok rumah pasutri ini di Jalan Pengairan Nomor 21 RT 11 RW 6 Kelurahan Bendungan Hilir, Tanah Abang Jakarta Pusat.

Pada Minggu (10/9/2017) sekira pukul 04.00 WIB, polisi mendapat laporan dari putra sulung korban yang kaget saat datang melihat rumah dalam keadaan terbuka.

Petugas yang datang ke lokasi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dibantu putra sulung korban, petugas memeriksa rumah. Sejumlah benda berharga diketahui raib, yakni, mobil Toyota Altis, sertifikat, perhiasan dan isi brangkas.

Ternyata tidak lama kemudian pasutri tersebut ditemukan mengambang di Sungai Klawing, Plumbungan, Bobotsari, Purbalingga, Jawa Tengah.

Identitas mayat lelaki adalah Husni Zarkasih (58). Saat ditemukan, ia masih mengenakan busana muslim berupa baji koko dan kain sarung. Sementara jasad perempuan diketahui bernama Zakiah Husni (53). (Suatmadji/Tri)