Saturday, 21 October 2017

Viral di Medsos, Siswi SD Tanjung Duren Nyaris Diculik

Rabu, 13 September 2017 — 12:13 WIB
Puteri yang nyaris diculik.(yendhi/ist)

Puteri yang nyaris diculik.(yendhi/ist)

JAKARTA (Pos Kota) –  Viral di media sosial (medsos) seorang siswi SDN di Tanjung Duren,  yang mengaku nyaris menjadi korban penculikan oleh beberapa pria yang tidak dikenal. Video tersebut beredar di warga Tanjung Duren

Video berdurasi 2 menit 34 detik itu memperlihatkan wawancara seorang wanita yang diperkirakan adalah salah satu guru terhadap korban.  Korban dengan runtut menceritakan kronologis dirinya saat akan hendak diculik.

Dalam video itu,  menceritakan bahwa kejadian bermula saat dirinya pulang sekolah dan hendak jajan. Tapi tiba-tiba datang seorang lelaki yang tidak ia kenal membekap mulutnya.

“Awalnya aku lagi jajan. Terus pas aku pulang aku diginiin (tangan membekap mulut). Terus aku gigit dan langsung aku lari,” beber korban  dalam video tersebut.

Selanjutnya, saat ditanya peristiwa itu terjadi korban menjawab sekitar pukul 13.00 WIB. Namun, saat ditanya apa yang dia lihat jawabannya sungguh mengejutkan, ia mengaku melihat ada dua anak kecil dengan seragam sekolah didalam mobil hitam dengan keadaan tangan terikat dan mulut dilakban.

“Ada anak kecil dua. Pakai baju sekolah ada cowo dua. Mulutnya dilakban,” ucapnya.

Ia juga menyebut bahwa anak tersebut dalam keadaan menangis meronta ingin keluar dari mobil. “Nangis. Ada (teriak-Red). Tapi nggak bisa, loncat-loncat dimobil,” kata Putri.

Dia juga mengaku bahwa ada satu pria didalam mobil dan satu pria yang membekapnya dengan umur paruh baya. “Laki-lakinya kayak kakek-kakek gitu,” tandasnya.

Saat itu ia sedang bersama tiga rekannya namun hanya dirinya yang nyaris menjadi korban penculikan. Baik korban maupun rekannya tidak mengetahui jenis mobil dan plat nomor kendaraan terduga pelaku.

Saat dikonfirmasi poskotanews.com, pihak sekolah membenarkan insiden tersebut, tapi masih belum membeberkan secara rinci kejadian tersebut.

“Iya benar hendak diculik. Nanti saja sama bapak kepala sekolah sekarang lagi rapat,” kata Riska petugas Tata Usaha (TU) saat dihubungi, Rabu, (13/9/20017). (Yendhi/Tri)