Sunday, 24 September 2017

Api Lalap Pesantren Malaysia, 23 Santri dan 2 Guru Tewas

Kamis, 14 September 2017 — 12:31 WIB
Pesantren Darul Quran Ittifaqiyah pasca kebakaran yang menewaskan 25 orang. (reuters)

Pesantren Darul Quran Ittifaqiyah pasca kebakaran yang menewaskan 25 orang. (reuters)

MALAYSIA – Kebakaran melanda sebuah bangunan pesantren penghafal Alquran khusus pria di Malaysia, dan menewaskan 23 santri serta dua orang guru, Kamis (14/9/2017) pagi waktu setempat.

Dilansir Reuters, petugas pemadam kebakaran menduga kebakaran berasal dari arus pendek listrik yang terjadi di asrama lantai atas pesantren yang bernama Darul Quran Ittifaqiyah.

Kepala polisi Kuala Lumpur, Amar Singh mengatakan, siswa yang menjadi korban rata-rata berusia 13-17 tahun. Mereka diduga tewas akibat menghirup asap.

Asrama tersebut hanya memiliki satu pintu masuk, membuat banyak korban terjebak di dalam, katanya. Beberapa saksi mata bahkan mengatakan, jika mereka mendengar para siswa menangis minta tolong saat kebakaran terjadi.

“Bangunan itu dikelilingi oleh besi yang tidak bisa dibuka dari dalam. Setelah menyadari kebakaran dan asap tebal, para santri mencoba meloloskan diri melalui jendela,” kata Deputi Direktur Operasional Fire and Rescue, Soiman Jahid, kepada wartawan.

Seorang saksi mata, Hazin, yang tinggal bersebelahan dengan pesantren mengatakan ia dan keluarganya mendengar jika para santri yang terbak berteriak dan menangis meminta pertolongan.

“Tapi kami tidak bisa menyelamatkan mereka,” ujar Hazin. “Saya hanya bisa membantu beberapa santri yang nekat melompat dari jendela,” ujarnya.

Departemen Pemadam Kebakaran Malaysia, mengatakan prihatin dengan buruknya sistem pencegahan kebakaran di pesantren-pesantren Malaysia, terutama di lembaga pendidikan yang tidak terdaftar.

Menurut data pemadam kebakaran, ada 211 kasus kebakaran yang terjadi di pesantren Malaysia sejak tahun 2015. (embun)