Monday, 25 September 2017

Brangkas Suami-Istri Korban Perampokan dan Pembunuh Ditemukan di Tukang Las

Kamis, 14 September 2017 — 19:06 WIB
Perhiasan yang disimpan di brankas berhasil ditemukan

Perhiasan yang disimpan di brankas berhasil ditemukan

JAKARTA (Pos Kota) – Polisi menemukan brangkas milik Husni Zarkasih (58) dan istrinya Zakiah Masrur (53) korban perampokan disertai pembunuhan. Brangkas tersebut ditemukan di sebuah tempat las di Desa Kuripan, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, (14/9/2017).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, semula pelaku berusaha mengelabui petugas dengan menyebut brangkas dibuang ke sungai tidak jauh dari pembuangan kedua jasad korban.

“Dia (pelaku) pertama ngomongnya dibuang di sungai tapi setelah dikeler (dibawa pengembangan) akhirnya ngaku kalau dibawa ke tukang las,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis, (14/9).

Tukang las tersebut disebutkan Argo tidak mengetahui jika brangkas tersebut adalah hasil kejahatan. Kepada tukang las tiga pelaku mengaku brangkas milik mereka yang tidak bisa dibuka.

brankas

Brankas berisi barang berharga tampak sudah dibongkar tukang las

 

“Tiga tersangka datang menemui tukang las di bengkel terseut dan meminta dibukakan brankas hitam dan memberikan biaya buka brankas sebesar Rp20 ribu,” tutur Argo.

(Baca: Jual Mobil Korban, Petunjuk Polisi Ringkus Perampok dan Pembunuh Suami-Istri)

Saat dibuka, dalam brangkas itu terdapat sejumlah perhiasan dan beberapa surat berharga milik korban. “Isi brangkas surat-surat, emas dan dokumen lain,” tandasnya.

Setelah dibuka, pelaku langsung meninggalkan brangkas di tempat tukang las sementara harta korban dibawa pelaku bahkan sebagian emas telah dijual.

Diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri itu ditemukan terikat tak bernyawa di sungai di Purbalingga, Jawa Tengah, pada Senin (11/9/2017). Rumah mereka di Tanah Abang acak-acakan dengan sejumlah barang bukti menghilang.

Tidak butuh waktu lama tiga pelaku l dibekuk di daerah Grobogan, Jawa Tengah, Rabu, (13/9), saat hendak menjual mobil Toyota Altis milik korban. Mereka yakni AZ alias Zul sopir korban, serta dua mantan karyawan korban, SU dan EK. Namun, Zul meninggal setelah terkena tembakan petugas karena melawan saat diminta menunjukkan tempat menyembunyikan emas. (Yendhi)