Saturday, 25 November 2017

Ceramah Sejuk dan Damai

Kamis, 14 September 2017 — 7:06 WIB
tanjung

BANYAK orang terkenal di republik ini dengan marga Tanjung. Ada Jenderal Feisal Tanjung yang Panglima TNI, ada Ketua DPR/Golkar dan Menteri Akbar Tanjung. pengusaha kaya raya Chairul Tanjung. Dan tentu saja ustad kondang yang pemberani, tak peduli harus menjadi urusan polisi.

Marga Tanjung awalnya berasal dari Sumatera Barat, tapi kemudian menjadi terkenal penyebarannya sampai Sumatera Utara. Akhirnya banyak yang beranggapan bahwa marga Tanjung melulu milik orang Sumut. Tapi dari sinilah kemudian muncul tokoh-tokoh nasional bermarga Tanjung.

Siapa tak kenal Jenderal Feisal Tanjung, Menko Polkam/Pangab jaman Presiden Soeharto? Lahir Tarutung 17 Juni 1939 dan meninggal Jakarta 18 Februari 2013, kariernya demikian cemerlang di masa Orde Baru.

Nama Komandan Seskoad Mayjen TNI Feisal Tanjung mulai menjadi pembicaraan hangat setelah memimpin DKP (Dewan Kehormatan Perwira) untuk tragedi Santa Cruz di Timor Leste tahun 1991. Puncak kariernya ketika ditunjuk sebagai Panglima ABRI tahun 1993 dan menjadi Menko Polkam tahun 1998.

Jika ada menteri yang nggak ada matinya dari Orde Baru sampai era reformasi, mungkin hanyalah Akbar Tanjung. Lahir di Sibolga 14 Agustus 1945, pernah jadi Menpora dan Menteri Perumahan di masa Orde Baru. Masuk era reformasi, menjadi Mensesneg era BJ Habibie dan berlanjut menjadi Ketua DPR dan Ketum Golkar. Golkar yang pernah “terpuruk” pasca kejatuhan Orba, dipimpin Akbar Tanjung berhasil jadi pemenang Pemilu 2004.

Pengusaha kaya raya yang berawal dari anak wartawan miskin, adalah Chairul Tanjung yang pernah jadi Menko Perekonomian di era SBY. Lahir di Jakarta 16 Juni tahun 1962, dari remaja sudah punya bakat bisnis. Sambil kukiah terima pekerjaan fotokopi diktat teman-temannya. Pemilik Bank Mega ini ditaksir harta kekayaannya mencamai USD 4,3 miliar. Sampai Chairul Tanjung pernah heran, “Orang kok tahu-tahunya duit di kantong saya.”

Dan inilah Alfian Tandjung seorang ustad di Jakarta, yang menjadi terkenal karena ceramahnya yang begitu berani. Gara-gara ceramahnya yang panas tersebut, dia di Surabaya sampai dituntut di pengadilan. Untung bisa lolos. Tapi baru saja bebas, polisi sudah menangkapnya lagi karena ada dua kasus di Jakarta, semuanya tentang ujaran kebencian.

Maka sesuai anjuran Kemenag, sebaiknya ustadz ceramah yang sejuk, penuh kedamaian, bukan serang sana serang sini untuk ngompori orang. -slontrot