Wednesday, 20 September 2017

Dinas Pariwisata DKI Ingin Evaluasi Pergub Soal Tempat Hiburan Salah-gunakan Narkoba

Kamis, 14 September 2017 — 19:23 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta menilai Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta terkait tempat hiburan malam yang jadi tempat penyalahgunaan narkoba perlu dievaluasi. Dalam pergub dinyatakan jika dua kali ditemukan tindak penyalahgunaan narkoba, tempat hiburan malam akan ditutup.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Tinia Budiarti mengatakan tidak setiap kasus tindak penyalahgunaan narkoba diketahui pemilik tempat hiburan itu.

Menurutnya pergub tersebut baru dapat dilaksanakan jika pada faktanya pemilik tempat hiburan malam terbukti memfasilitasi tindak pidana tersebut.

“Ini yang kita harus evaluasi lagi contoh ketika kita punya rumah kita kedatangan tamu apakah itu tamu anak kita, kita kan nggak berniat untuk memfasilitasi itu. Terus tiba-tiba ketangkep ketahuan, terus apakah kita sebagai pemilik rumah dianggap ikut mendukung kegiatan itu, kan belum tentu,” ujar Tinia di Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Tinia menambahkan, penangkapan terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba di satu tempat hiburan juga tidak dapat dapat langsung tempat tersebut menjadi bagian tindak pidana itu. Pasalnya, menurut Tinia, terdapat kemungkinan pelaku sudah menggunakan barang haram itu sebelum masuk ke satu tempat hiburan malam.

“Bukannya saya membela ya, ini kita akan tempatkan sesuai dengan aturan dan pemeriksaan. Makanya saya harus periksa apakah memang menggunakan didalam atau menggunakan di luar ketika ada penggerebekan urinnya terbukti. Itu kan harus saya liat dulu, saya nggak berani nge judges gitu,” imbuh Tinia.

Dikatakan Tinia, pihaknya harus berhati-hati untuk menjatuhkan sanksi kepada tempat hiburan malam yang menjadi tempat penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Diketahui, sesuai Pasal 99 pada Perda DKI Nomor 6 tahun 2015 tentang Kepariwisataan, perusahaan hiburan malam yang melakukan pembiaran terjadinya peredaran, penjualan, dan pemakaian narkoba akan dicabut izin usahanya.

Ketentuan tersebut dipertajam dengan Peaturan Gubernur (Pergub) yang menyatakan jika dua kali ditemukan narkoba, tempat hiburan malam tersebut akan ditutup. (ikbal)