Wednesday, 20 September 2017

Disebut OTT Kelas Recehan, KPK: Yang Diselamatkan Lebih Besar

Kamis, 14 September 2017 — 22:00 WIB
Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief.

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief.

JAKARTA (Pos Kota) –Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menepis tudingan anggota DPR yang menganggap lembaga anti rasuah itu hanya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kelas recehan. Yang ditangkap KPK jumlahnya kecil tapi menyelamatkan uang yang lebih besar.

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief mengatakan yang dilihat jangan uang tangkapannya tapi nila yang diselamatkan. Yang lebih penting lagi adalah soal target yang lebih besar sebagai upaya pemberantasan korupsi.

Laode menceritakan, ketika OTT di Bengkulu pihaknya menemukan bukti Rp 40 juta, bahkan ada juga Rp 10 juta. Namun jika dicermati pada dokumen proyeknya itu tertulis 10 persen dari anggaran. Menurutnya angka tersebut sangat besar, salah satunya untuk pihak dalam dan pihak luar.

Laode juga menegaskan pihaknya tidak ingin OTT dianggap sebagai kegaduhan. Di sisi lain OTT adalah suatu keharusan jika ada peristiwa tindak pidana korupsi. Karena itu KPK tidak akan membiarkan tindak pidana korupsi terjadi hanya karena takut menimbulkan kegaduhan. “Intinya kami bekerja sesuai dengan ukuran-ukuran hukum yang berlaku,” ujarnya.(us)