Sunday, 24 September 2017

DPR Ungkap Fakta Berbeda Soal Barang Sitaan KPK-Rupbasan

Kamis, 14 September 2017 — 8:20 WIB
Gedung DPR

Gedung DPR

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi III DPR mengungkap ketidaksinkronan fakta yang diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Rumah Penitipan Barang Sitaan (Rupbasan) terkait mobil-mobil mewah milik Tb Choiry Wardana alias Wawan, adik Ratu Atut Banten.

“Saya hanya klarifikasi antara pernyataan yang dibuat komisioner (La Ode M Syarief) KPK yang berbeda dengan pernyataan kepala Rupbasan kepada saya,” ujar Misbakhun, anggota Komisi III DPR, saat dikonfirmasi alasan mencecar KPK terkait barang sitaan sewaktu Raker Komisi III-KPK selama dua hari sebelumnya, di Senayan.

Ia mempertanyakan bagaimana mungkin Rupbasan menyatakan tidak pernah menerima barang sitaan aset serta juga ada aset yang dialihkan tanpa lewat Rupbasan. Apalagi, katanya, ada catatan Junimart Girsang tenggat dua tahun waktu penyerahan 33 mobil mewah Wawan yang disita KPK pada 27 Januari 2014 tetapi masuk Rupbasan Negara kelas 1 Jakarta Selatan pada 25 Januari 2016.

Di bagian lain, politikus Partai Golkar itu juga menyelisihi jawaban Wakil ketua KPK Laode Syarif yang menyebut adanya sejumlah kendala saat koordinasi dengan Rupbasan seperti ketidaksanggupan Rupbasan mengelola lantaran terkendala dana perawatan.

“Padahal, saya mendapat jawaban pimpinan Rupbasan bahwa pihaknya tidak pernah menolak titipan barang sitaan walaupun memiliki anggaran kecil,” ungkapnya.
(rinaldi/sir)