Thursday, 14 December 2017

Fadli Zon: Surat ke KPK Hanya Meneruskan Aspirasi Masyarakat

Kamis, 14 September 2017 — 14:06 WIB
Wakil ketua Dewan Pimpinan Rakyat (DPR) Fadli zon

Wakil ketua Dewan Pimpinan Rakyat (DPR) Fadli zon

JAKARTA (Pos Kota) – Fadli Zon dihujani protes gara-gara melayang surat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang isinya meminta penundaan pemeriksaan Ketua DPR Setya Novanto terkait kasus e-KTP.

Karena banyaknya kecaman yang mengarah padanya, Fadli Zon pun memberikan klarifikasi cukup panjang lebar, melalui akun twitternya. Ada 33 poin penjelasasnnya, dengan menegaskan, surat itu hanya meneruskan aspirasi masyarakat.

Klarifikasi itu, ia menyebut surat yang dia kirimkan hanya surat biasa, yakni sekadar meneruskan pengaduan/aspirasi anggota masyarakat kepada instansi terkait.
“Karena aspirasi dan pengaduan yang disampaikan terkait ranah kewenangan KPK, maka aspirasi itu kemudian diteruskan kepada KPK,” ujarnya.

“ Hanya karena kebetulan pengadunya adlh Pak Setya Novanto, tanggapan mengenai surat itu akhirnya jadi perhatian dan ditafsirkan beragam. Silakan anda baca saja isinya. Tidak benar jika surat itu dianggap ingin mengintervensi KPK,” ujar Fadli.

Dia menjelaskan, meneruskan surat adalah salah satu pekerjaan rutin dalam rangka menyampaikan aspirasi masyarakat.

“Saya perlu menjelaskan duduk perkara dan kronologinya, agar tak muncul persepsi yang berbeda.Sebagai pimpinan DPR, saya biasa menerima pengaduan masyarakat, baik yang disampaikan melalui audiensi, korespondensi, maupun sidak,” ujarnya.