Thursday, 23 November 2017

Ini Curhat Ibu yang Anaknya Tewas di Ajang ‘Gladiator’

Kamis, 14 September 2017 — 17:24 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Kisah pilu seorang ibu menjadi viral. Ia curhat di akun pribadinya di Facebook terkait kematian anaknya di ajang ‘gladiator’.

Curahan hati Maria Agnes menyebar dengan cepat ke berbagai media sosial. Apalagi, ia menuliskannya dengan ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.

“Kepada Bpk Presiden RI Joko Widodo yang saya hormati…Salam sejahtera buat bpk sekeluarga dan seluruh rakyat Indonesia. Bpk..sy adalah seorang ibu biasa dari kota Bogor yg biasa bpk kunjungi…sy tinggal di dekat istana batutulis bogor…Bpk..ijinkan sy mengadu dan bicara apa adanya tentang kekerasan yg merenggut nyawa anak saya Hilarius Christian Event Raharjo,” tulisnya memulai curhatnya yang diunggah pada 12 September pukul 16:03.

Menurutnya, anaknya bersekolah kelas 10 di sebuah SMU di Bogor. “Ada 50 orang lebih yang menonton anak saya disiksa sampai sakaratul maut yang divideokan oleh siswa-siswa sekolah lain,” katanya, “dia diadu seperti binatang di arena sorai-sorai.”

Ia juga menyebut ada promotor yang menyuruh lawan memukul anaknya yang dianggap belum KO. Hal yang membuat hati Maria sakit adalah hanya satu anak yang dikeluarkan dari sekolah, yakni yang menjadi lawan anaknya. “Pelakunya tidak dihukum, Pak. Hanya yang saat itu saja yang dikeluarkan dari sekolah. Sementara promotor acara masih bebas keliaran, tak ada tanggung jawab moral,” katanya melanjutkan pengaduannya pada Jokowi.

Maria kemudian memohon pada Presiden agar ada hukuman bagi pelaku kekerasan terhadap anaknya. “Biar mereka masih di bawah umur tapi akibatnya tetap sama, hilangnya nyawa orang lain,” katanya lagi. “Saya sedih dan hancur Bapak Presiden. Mohon bapak membantu saya untuk mencari keadilan.”

Dikonfirmasi kasus itu, Kapolsek Bogor Utara Polresta Bogor Kota, Kompol Wawan Wahyudin, mengatakan akan membuka kembali kasus ini. “Kami siap membuka lagi. Kasus ini terjadi awal 2016,” katanya kepada Poskotanews. (yopi/yp)