Wednesday, 22 November 2017

Ini Pernyataan Jaksa Agung Soal Pengambil-alihan Penuntutan

Kamis, 14 September 2017 — 21:26 WIB
Jaksa Agung M Prasetyo

Jaksa Agung M Prasetyo

JAKARTA (Pos Kota) – Jaksa Agung M Prasetyo mengingatkan banyak pihak untuk tidak berkomentar dahulu, sebelum mengetahui masalahnya.

“Jadi ketahui dulu masalahnya, apakah seperti itu apa tidak, baru komentar. Jangan komentar dulu baru tahu masalahnya, ” kata Prasetyo, di Kejaksaan Agung, Kamis (14/9).

Pernyataan ini menanggapi pertanyaan wartawan tentang statement Prasetyo penuntutan tersangka korupsi kembali dilimpahkan ke kejaksaan bukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Prasetyo menilai berkomentar terlebih dahulu, sebelum mengetahui masalahnya adalah menyesatkan namanya.

“Kita semua, Kejaksaan adalah pendukung utama KPK selama ini. Banyak jaksa yang kita kirimkan kesana adalah jaksa pilihan semua. Jangan salah, ” terangnya.

MALAYSIA

Pernyataan Prasetyo yang kini jadi heboh itu disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Senin (11/4) .

Prasetyo balik bertanya, “Yang bilang siapa? Yang bilang dia? Tidak perlu saya yang bicara. Orang lain bisa menjawab. ”

Dia menyatakan banyak pihak yang memelesetkan pernyataan dirinya, yang seharusnya tidak perlu terjadi.

“Wartawan harus hati-hati melansir berita. Akhirnya, kan menimbulkan kesalah pahaman. ”
Dia mengungkapkan munculnya Malaysia dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, karena ada pertanyaan dan dijelaskan penuntutan oleh lembaga serupa, seperti KPK di Malaysia.

“Kan tidak mungkin menyimpang dari apa yang sebenarnya. Tapi tidak berarti bahwa kita mau menuntu supaya penuntutan diserahkan ke Kejaksaan. Sepenuhnya, itu kebijakan politik negara ini seperti apa. ”

Saat ditemui dalam penutupan pendidikan jaksa, di Badiklat Kejaksaan, Ragunan, Senin (11/9) Jaksa Agung sudah menyatakan kepada Pos Kota bahwa bahwa dirnua tidak pernah menyatakan penuntutan dikembalikab ke Kejaksaan.

“Tapi, kalau UU mengatur seperti itu kita harus siap melaksanakan apa yang diamanatkan UU, ” terang Prasetyo meluruskan berita yang dikutip media saat rapat kerja dengan Komisi III DPR. (ahi)