Sunday, 24 September 2017

Jadi Tersangka, Bupati Batubara Gagal Dapat ‘Hadiah’ Rp 4,4 Miliar

Kamis, 14 September 2017 — 18:47 WIB
Petugas KPK menunjukkan barang bukti yang disita dari kasus suap Bupati Batubara

Petugas KPK menunjukkan barang bukti yang disita dari kasus suap Bupati Batubara

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnaen (OKA) sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji sebesar Rp4,4 miliar terkait pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Tahun Anggaran 2017.

Selain OKA, KPK juga menjadikan tersangka Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Batubara Helman Herdady (HH) dan tiga orang swasta. Yaitu Sujendi Tarsono alias Ayen (STR/ pemilik dealer mobil), Maringan Situmorang (MAS/ kontraktor) dan Syaiful Azhar (SAZ/ kontraktor).

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan penetapan tersangka kepada lima orang yang sebelumnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) itu dilakukan setelah penyidik mengumpulkan bahan keterangan dan melakukan pemeriksaan 1×24 jam yang dilanjutkan gelar perkara, dan ditemukan bukti permulaan yang saling berkesesuaian.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan lima orang tersangka yaitu OKA, STR, HH, MAS dan SAZ,” kata Alex , di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (14/9/2017).

Bupati OK Arya dan Kadis PUPR Helman Herdady serta pemilik dealer mobil Sujendi ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sementara dua kontraktor, Maringan dan Syaiful disangkakan sebagai pemberi suap.

Alex menambahkan, dalam OTT itu KPK mengamankan total uang tunai senilai Rp346 juta. “Uang tersebut diduga bagian dari fee proyek senilai total Rp4,4 miliar yang diduga diterima oleh Bupati Batubara melalui para perantara terkait beberapa pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara Tahun Anggaran 2017,” ungkapnya.

Ia memaparkan, dari kontraktor Maringan, diduga pemberian fee sebesar Rp4 miliar terkait dua proyek. Yaitu pembangunan jembatan Sentang senilai Rp32 miliar yang dimenangkan oleh PT GMJ dan proyek pembangunan jembatan Sei Magung senilai Rp12 miliar yang dimenangkan oleh PT T.
“Barang bukti Rp346 juta dalam OTT ini diduga merupakan bagian dari fee terkait dua proyek ini,” paparnya.

Selain itu dari kontraktor Syaiful diduga pemberian fee sebesar Rp400 juta terkait dengan proyek betonisasi jalan Kecamatan Talawi senilai Rp3,2 miliar.

“Untuk kepentingan penyidikan, tim juga menyegel sejumlah ruangan di beberapa lokasi yaitu rumah dinas Bupati Batubara, rumah tersangka MAS, dan kantor dealer mobil milik STR,” imbuhnya.

Atas perbuatannya itu, masing-masing tersangka penerima suap dikenakan pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 65 KUHP.

“Kepada pihak yang diduga sebagai pemberi kami sangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau pasal 13 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001,” tuntasnya. (julian)