Thursday, 23 November 2017

Jumlah Janda di Depok Terus Bertambah

Kamis, 14 September 2017 — 16:36 WIB
Pengadilan Agama Depok

Pengadilan Agama Depok

DEPOK (Pos Kota) – Jumlah janda di Kota Depok, Jawa Barat terus meningkat. Data yang ada Januari pada Mei 2017 tercatat 1.500, namun awal September 2017 ini terus bertambah dan 2.505 kasus gugatan pengajuan cerai di Pengadilan Agama Depok.

Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan tahun 2016 dengan periode yang sama yang mencapai 1.400 gugatan perceraian . “Umumnya yang mengajukan gugatan perceraian adalah kaum wanita atau perempuan, ” kata Humas Pengadilan Agama (PA) Kota Depok, Humas Pengadilan Agama (PA) Kota Depok, Dindin Syarief Nurwahyudin, Kamis (14/9).

“Kenaikkan angka gugatan perceraian mencapai 100 persen bahkan sehari berkisar 20 laporan gugatan dan jumlah perbulan yang menggugat cerai suami di PA Depok berkisar 400 hingga 500 gugatan,” tuturnya yang menambahkan rata-rata usia mereka 30 hingga 35 tahun . Dalam usia tersebut memang rentan sekali terjadinya keretakan dalam rumah tangga.

Selain secara biologis dalam usia tersebut fase akan masuk masa puber kedua dan emosi meningkat kemungkinan juga faktor ekonomi serta kesiapan mental dalam mengarungi biduk rumah tangga sangat kurang termasuk berkembangannya teknologi yang kebanyakan sekarang masyarakat menggunakan handphone atau android.

Kecamatan paling banyak melakukan gugatan perceraian wanita di Kota Depok dari 11 kecamatan antara lain Kecamatan Tapos, Cimanggis, Sukmajaya dan Pancoran Mas. Persetasenya sekitar 70 berbanding 30 dan terbanyak dari istri serta sisanya cerai talak.

Diakuinya, tak hanya masalah perceraian saja yang masuk dalam PA di Kota Depok tapi nikah dibawah umur dan ingin menikah lagi atau ingin punya istri dua mapun tiga atau poligami juga ada tapi jumlahnya bisa dihitung dengan jari saja. (anton)