Tuesday, 21 November 2017

Kasus Pengoplosan 5 Ton BBM Dilimpahkan ke Kejaksaan

Kamis, 14 September 2017 — 23:17 WIB
AKBP. Budiman Sulaksono

AKBP. Budiman Sulaksono

LAMPUNG (Pos Kota) – Pemilik kios Pertamini dan pemilik tangki BBM sebanyak 5 ton oplosan minyak mentah dengan pertalite asli dengan perbandingan satu liter minyak mentah dengan satu liter pertalite, dilimpahkan ke Kejaksaan pada Kamis (14/9).

Kasus di Desa Klaten, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, yang ditangani petugas Subdit I Industri, Perdagangan, dan Investasi (Indagsi) Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Lampung, dinyatakan lengkap atau P21.

Kasubdit I Indagsi Reskrimsus Polda Lampung, AKBP. Budiman Sulaksono mengatakan, pihaknya telah menyesaikan perkara BBM oplosan tersebut. “Berkas perkara, tersangka dan barang bukti telah kita limpahkan ke Kejaksaan Tinggi Lampung, pada Kamis (14/9) sore.

Mengenai tersangka dalam perkara tersebut, lebih lanjut kata Budiman Sulaksono, ada dua tersangka yakni, tersangka Billi pemilik minyak oplosan dan tersangka Dedi pemilik tanki tempat yang digunakan untuk pengoplosan BBM.

Diketahui, tersangka menggunakan modus pengoplosan BBM dengan cara mengoplos minyak mentah dengan pertalite asli dengan perbandingan satu liter minyak mentah dengan satu liter pertalite.

Hasil pemeriksaan petugas, tersangka membeli minyak mentah dari Sumatera Selatan, sedangkan pertalite di beli dari SPBU dengan menggunakan mobil milik tersangka kemudian pertalite tersebut dikuras dari tanki mobil. Hasil pengoplosan dipasarkan di pertamini di daerah Pringsewu dan Pesawaran.

Akibat perbuatannya, tersangka bakal di jerat Pasal 53 huruf b dan huruf d UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, ancamannya selama 4 tahun penjara dan denda sebesar 4 miliar, dan Pasal 106 UU RI nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan yang dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) ancaman hukuman selama 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp. 10 miliar. (Koesma)