Friday, 24 November 2017

Kematian Bayi Debora Mulai Diinvestigasi

Kamis, 14 September 2017 — 19:12 WIB
Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, jakarta Barat (yendhi)

Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, jakarta Barat (yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Menindaklanjuti instruksi Menteri Kesehatan terkait kematian bayi Tiara Debora di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Dinas Kesehatan DKI membentuk tim investigasi. Selain dari Dinas Kesehatan, tim investigasi terdiri dari unsur Kemenkes, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS), BPJS Kesehatan dan Kemenko PMK serta dua orang ahli.

Maria Margaretha, ketua tim investigasi mengatakan tim terbagi menjadi dua, yakni tim investigasi pelayanan medik dan tim investigasi administrasi. Menurut Maria, tim akan langsung menjalankan tugasnya besok.

Bayi Tiara Debora (Foto: Facebook Birgaldo Sinaga)

“Tugasnya adalah yang pertama melakukan investigasi, atau pemeriksaan kasus kematian bayi Debora secara komprehensif dan dari aspek medis, manajemen dan administrasi,” katanya saat memberikan keterangan pers di kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jalan Kesehatan, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).

Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan DKI itu mengatakan tim melakukan investigasi di RS Mitra Keluarga Kalideres besok untuk memeriksa data rekam medis Debora.

” Kita datang ke rumah sakit, nanti kita minta data-data yang terkait dengan kasus kematian bayi debora ini. Dan wawancra terhadap petugas-petugas yang ada pada saat kejadian,” imbuhnya.

(Baca: Brangkas Suami-Istri Korban Perampokan dan Pembunuh Ditemukan di Tukang Las)

Tienke, sapaan akrab Maria, menjelaskan tim investigasi diberi kewenangan untuk melakukan pemeriksaan investigasi memanggil dan meminta keterangan saksi atau ahli, memeriksa dokumen atau surat menyurat, data informasi elektronik atau digital dari para pihak dan rekam medis kesehatan terkait. Tim juga dapat memanggil dan meminta keterangan serta memeriksa dokumen atau surat menyurat data informasi atau digital saksi atau ahli.

Dikatakan Tienke, hasil dari temuan investigasi akan dilaporkan kepada Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan Dinas Kesehatan sebagai dasar untuk menentukan jenis sanksi kepada RS Mitra Keluarga Kalideres.

“Nanti hasil dari investigasi ini akan kami laporkan kepada kepala dinas kesehatan nanti dari situ baru ada keputusan yang akan diberikan kepada rumah sakit tersebut,” tandas Tienke. (ikbal)