Saturday, 23 September 2017

Kemelut SOKSI Belum Reda, Ali Wongso Minta Kemenkum HAM Adil

Kamis, 14 September 2017 — 16:22 WIB
Ali Wongso Sinaga ketua soksi (timyadi)

Ali Wongso Sinaga ketua soksi (timyadi)

JAKARTA (Pos Kota) – Kemelut yang terjadi di tubuh organisasi sayap Partai Golkar, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), belum reda. Kubu SOKSI yang diketuai Ali Wongso Sinaga pun terus berupaya mengajak SOKSI versi Ade Komaruddin (Akom) untuk rekonsiliasi.

Kamis (14/9/17) pagi, ratusan masa yang tergabung SOKSI pimpinan Ali Wongso Sinaga melakukan aksi di depan gedung Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum dan HAM, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis.

SOKSI Ali Wongso menuntut Dirjen AHU, Freddy Harris, untuk berlaku adil terhadap situasi yang terjadi di tubuh SOKSI saat ini. Masa juga meminta agar Freddy Harris tidak berkonspirasi dengan pimpinan SOKSI Ade Komarudin.

Soksi versi Ali Wongso mengajak pengurus Soksi versi Ade Komarudin untuk melakukan rekonsiliasi agar kemelut dualisme kepemimpinan dapat terselesaikan.

Sebelumnya,  Ade Komarudin (Akom) melakukan aksi dengan melaporkan Soksi Ali Wongso ke Bareskrim Polri terkait penggunaan merk logo, singkatan, dan nama panjang yang serupa dengan SOKSI yang dilakukan oleh dua organisasi lainnya.

Ali Wongso menyatakan sudah tiga kali mengajak Akom untuk melakukan rekonsiliasi. Ajakan rekonsialiasi dilakukan lewat surat resmi dan juga beberapa kali melakukan pendekatan dalam delapan bulan terakhir.

Ali Wongso menegaskan pihaknya adalah Depinas SOKSI yang dipilih sah melalui Munas IX SOKSI secara konstitusional dan demokratis. Ali Wongso juga menegaskan kubunya yang memiliki hak secara sah berkekuatan hukum untuk menggunakan logo, lambang, panji, dan nama SOKSI sesuai hak cipta yang dia pegang, yakni Nomor Pendaftaran 049027 yang diterbitkan pada 20 Oktober 2010.

“Pada prinsipnya kami terus membuka kesempatan seluas-luasnya kepada Akom dan kawan-kawan untuk mari kita bersatu melalui Munas X SOKSI yang akan kami selenggarakan,” kata dia.

Ali juga membantah adanya intervensi DPP Partai Golkar terhadap penyelesaian kemelut SOKSI. “Sama sekali tidak benar, tidak ada intervensi dari DPP Partai Golkar oleh siapapun,” ujarnya.

Ali menduga isu itu sengaja diembuskan oleh pihak tertentu yang tidak bersedia Munas SOKSI.

(timyadi/win)