Thursday, 23 November 2017

Lelang Jabatan Sekda Kota Depok Kurang Diminati

Kamis, 14 September 2017 — 9:22 WIB
Kantor Walikota Depok. (anton)

Kantor Walikota Depok. (anton)

DEPOK (Pos Kota) – Prediksi atau Isu bakal sepinya sejumlah pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pejabat eselon II Kota Depok yang mengikuti kegiatan lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok ternyata terbukti pasalnya hingga batas akhir pendafataran tidak satu pun pejabat eselon II yang mendaftarkan diri ke pantia seleksi (Pansel).

“Hingga batas akhir tanggal 11 September 2017 setelah 15 hari dibuka pendaftaran lelang jabatan Sekda masih belum ada yang mendaftar walaupun telah disosialisasikan secara terus menerus,” kata Ketua Pansel Sekda Kota Depok, Warli.

Pendaftaran kegiatan lelang jabatan Sekda dapat dilakukan melalui email pansel_bkpsdm@depok.co.id untuk lewat pos peserta menulis alamat ke Gedung Dibaleka II Lantai 8, di Jalan Margonda Raya, Nomor 34, Kota Depok.

Menurut dia, hingga batas akhir pendaftaran masih belum ada yang mendaftar baik dari kalangan ASN Kota Depok maupun luar daerah. “Tidak adanya pegawai yang mendaftar ikut lelang sama sekali tidak diketauhinya yang jelas kegiatan sosialisasi telah dilakukan,” tuturnya yang menambahkan sebetulnya Pak Wali menginginkan jabatan Sekda Desember 2017 mendatang seharusnya sudah difinitif bukan lagi Plt.

Sementara itu, Walikota Muhammad Idris, beberapa waktu lalu, menegaskan kegiatan lelang terbuka Sekda yang kini diisi Plt Sekda, Widyati Riyandani sama sekali dirinya tidak terlibat karena sudah ada tim Pnasel tersendiri yang berasal dari akademisi atau perguruan tinggi, mantan pejabat, ASN, lembaga kepegawaian dan lainnya. “Saya tegaskan sekali lagi saya sama sekali tidak terlibat dan turut campur dalam kegiatan seleksi lelang jabatan karena sudah ada tim Panselnya,” ujarnya.

ADA MASALAH SERIUS
Sedangkan, Irwan, warga Perumnas Depok Satu, sudah memprediksi atau menduga sebelumnya peserta lelang jabatan di Pemkot Depok tidak sesuai dengan harapan yang ada setwlah melihat beberapa kali adanya pelantikan pejabat. “Informasi dari ASN di Depok kebanyakan yang dilantik berkisar di lingkungan pejabat terkait antara lain Kel. Duren Mekar, Cipayung Jaya Bakti Jaya, Cimanggis hinga Kepala BKPSDM, ” ujarnya.

Sementara itu, Desfandri, pemerhati kebijakan publik, menyayangkan tidak adanya satu pun pejabat di Kota Depok yang mengikuti seleksi lelang jabatan Sekda yang kosong ditinggal Harry H karena mengundurkan diri dengan alasan ingin menunaikan ibadah haji beberapa waktu lalu.

“Jelas ada permasalahan serius dalam mencari kader atau ASN terbaik di Kota Depok yang bakal duduk menjadi Sekda atau orang pertama di jajaran ASN Depok, ” tuturnya yang harus menjadi intropeksi pemimpin Kota Depok untuk mencari pegawai profesional dan memahami permasalahan serta persoalan di Depok.

Sebetulnya banyak kader atau calon pejabat yang dapat menduduki jabatan Sekda tuturnya namun mereka kelihatannya enggan ikut lelang karena mungkin sudah tahu siapa yang bakal duduk atau menjadi Sekda baru sehingga percuma ikut seleksi lelang jabatan.

(anton/sir)