Wednesday, 22 November 2017

Mantan Office Boy Sekarang jadi Sekel Menteng

Kamis, 14 September 2017 — 0:36 WIB
Sekel Menteng, Dedi Tjahjadi. (deny)

Sekel Menteng, Dedi Tjahjadi. (deny)

M

MENJADI pejabat di lingkungan di Pemprov DKI Jakarta bukanlah mimpi bagi siapapun yang ingin berusaha. Dengan kerja keras dan ketekunan, hal itu bukanlah suatu hal yang mustahil untuk diraih.

Motivasi tersebut setidaknya bisa tergambar dari perjalanan karir Dedi Tjahjadi yang kini menjabat sebagai Sekretaris Kelurahan (Sekel) Menteng, Jakarta Pusat. Lika-liku kehidupan ia telah lalui sebelum duduk di kursi jabatan tersebut.

Bagaimana tidak, karir Dedi dimulai dari dirinya menjadi pesuruh atau Office Boy (OB) di Balaikota Pemprov DKI Jakarta. “Memang garis nasib seseorang tidak ada yang tahu ya, saya yang hanya tadinya seorang OB sekarang tahu-tahu bisa seperti ini,” ucapnya saat ditemui Pos Kota di kantornya belum lama ini.

Menurut pria kelahiran 5 Juni 1973 tersebut, awal dirinya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 1995. Setelah secara tidak sengaja ikut-ikutan mendaftar untuk menjadi pegawai negeri. “Kebetulan saya kan OB di Balaikota DKI waktu itu. Dan tahu ada penerimaan CPNS coba-coba ikutan dan diterima,” kisahnya.

Pada penempatan dinas pertama, kata Dedi, ia ditugaskan di satuan kerja Trantib atau yang sekarang dikenal dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Tugas saya waktu itu pengamanan di area Balaikota sampai penjagaan rumah dinas gubernur,” ungkapnya.

MELANJUTKAN PENDIDIKAN

Tidak sebatas kerja, dengan penghasilan lumayan sebagai PNS pada saat itu, bapak tiga orang anak ini kemudian melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi di Lembaga Adminstrasi Negara (LAN) hingga lulus.

Dengan modal pendidikan tersebut, karir Dedi pun terus menaik hingga sekarang dipercaya menjabat sebagai Sekertaris Kelurahan Menteng. “Dan apa yang saya peroleh saat ini saya syukuri. Saya merasa apalah saya yang semula tadinya ini,” katanya.

Merasakan pernah bekerja sebagai pesuruh, Dedi pun kerap memberikan nasihat kepada anak-anaknya bawa jangan pernah malu dan gengsi untuk menjalankan pekerjaan apa pun. “Dan prinsif ini juga masih saya pakai dalam hidup,” paparnya. (deny)