Thursday, 23 November 2017

Menunggu KBT Jadi Destinasi Wisata Air

Kamis, 14 September 2017 — 5:04 WIB

KANAL Banjir Timur (KBT) digadang-gadang Pemkot Jaktim sebagai destinasi wisata air dan kebun. Konsep ala negara-negara Eropa itu sudah di tangan Walikota Bambang Musyawardhana dan tinggal diwujudkan.

Dalam konsep itu, BKT yang memiliki panjang lebih kurang 10 kilometer itu kelak bisa dilintasi warga bertamasya di atas air dengan menggunakan perahu sambil menikmati hijaunya pinggiran kali. Sebab, bantaran kali nantinya ditanami aneka sayuran seperti cabe, bawang dan lainnya.

Konsep KBT dijadikan destinasasi wisata sebenarnya sejalan dengan program Pemprov DKI Jakarta saat zaman Gubernur Sutiyoso. Saat itu Sutiyoso yang akrab dipanggil Bang Yos ini menghadirkan transportasi air (waterway) yang di dalamnya ada wisata air.

Waterway adalah sistem transportasi alternatif. Sistem ini bagian penataan sistem transportasi di Jakarta melalui Pola Transportasi Makro (PTM). Sebagai langkah awal, 6 Juni 2007, Bang Yos meresmikan waterway beroperasi dengan rute Halimun-Karet sepanjang 1,7 kilometer. Namun, entah karena apa, transportasi air itu menghilang.

Melihat sungai berpotensi menjadi sarana transportasi air, Ahok pun saat menjadi Gubernur DKI Jakarta berupaya menghidupkan kembali. Bahkan, Ahok menargetkan pada 2018, sudah bisa menghadirkan transportasi air di Jakarta. Dengan adanya transportasi air, tentu warga sekaligus bisa menikmati indahnya sungai.

Kini gagasan itu muncul lagi dengan kemasasan yang berbeda yakni KBT menjadi obyek wisata. Gagasan ini tentu menarik. Sisi positifnya, dengan disulapnya menjadi destinasi wisata air, sungai tersebut akan menjadi lebih bersih.

Sungai-sungai di Jakarta yang imagenya tak lepas dari tumpukan sampah, terutama di KBT kelak sirna. Apalagi, di bantaran KBT ditanami aneka sayuran bakal menambah keasrian.
Pertanyaannya apakah gagasan menyulap KBT menjadi destinasi wisata air bisa terwujud?
Menjawab hal ini tentu bukan saja disandarkan kepada Walikota Bambang semata, tetapi perlu dukungan dari stakeholder (pemangku jabatan), termasuk juga elemen masyarakat.

Kini kita menungu, bagaimana wajah KBT di masa datang. Apakah gagasan menjadikan KBT destinasi wisata air cuma sebatas konsep di atas kertas, atau sebaliknya. @*