Saturday, 18 November 2017

Calon Pengantin

`Pak, Kalau Suami Nggak Pulang, Bisa Minta Cerai Nggak?`

Kamis, 14 September 2017 — 12:32 WIB
Sebagian calon pengantin saat penyluhan di  Aula Kantor Desa Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (saban)

Sebagian calon pengantin saat penyluhan di Aula Kantor Desa Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (saban)

BEKASI (Pos Kota)- “Pak, kalau suami kabur nggak pulang-pulang, tahu-tahu dia kawin lagi, apakah saya bisa menuntut cerai,” tanya Rosita, 23, calon pengantin kepada petugas Kemenag Kabupaten Bekasi, di aula Desa Tambun, ¬†Jawa Barat, Kamis (14/9/2017) siang.

Petugas yang ditanya pun menerangkan, bahwa seusai ijab kabul, biasanya petugas pencatat pernikahan memberi kesempatan kepada pengantin laki-laki untuk membaca ‘sighat taklik’, “Dalam sighat taklik itu, disebutkan kalau suami meninggalkan tiga bulan berturut-turut tanpa memberikan nafkah lahir dan bathin, dan istri tidak ridho, maka jatuhlah talak,” ujar petugas.

Lain halnya dengan pertanyaan Maman Sulaeman, 25, calon pengantin asal Desa Setiamekar, Tambun Selatan. Lelaki karyawan showroom [ruang pamer] ini berencana menikah pada awal Oktober mendatang, “Kalau dalam berumah tangga, istri selingkuh apa saya langsung menceraikan atau bagaimana,” tanyanya.

Mendengar pertanyaan itu, petugas dari Badan Penasihat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kabupaten Bekasi, menyebutkan sebaiknya saling instropeksi diri, “Bisa saja, istri kurang puas. Atau meskipun semuanya sudah ada pada diri suami, tetapi dia masih begitu, perlu dipertanyakan kesetiaannya,” jelas petugas.

Ada 67 pasang calon pengantin yang akan menikah pada pertengahan September dan awal Oktober se-Kecamatan Tambun Selatan, mereka sebelum menjalin kehidupan rumah tangga diberi penyuluhan oleh petugas BP4 dan kemudian mendapat piagam sebagai bukti sudah mendapat bimbingan.

Shobirin, Kepala Kemenag Kabupaten Bekasi, hadir ke acara itu kepada Pos Kota mengatakan pembinaan itu dimaksudkan untuk memberi bekal kepada calon pengantin agar siap dalam berumah tangga, “Ini juga sebagai pencegahan dini agar tidak terjadi perceraian,” ujar Shobirin.Shobirin berharap pembinaan itu sebagai upaya memberi bekal kepada calon pengantin agar bisa berumah tangga dengan baik dan tahu fungsinya, “Yang suami tahu tugasnya dan yang istri tahu posisinya,” jelas Shobirin.

Sementara itu Dwi Haryati, 25, salah satu calon pengantin wanita mengatakan, dirinya sudah banyak tahu setelah melihat postingan di internet, “Ada sedikit tambah ilmu, terutama yang menyangkut kesehatan dan refroduksi wanita” ujarnya.Pembinaan kepada calon pengantin ini, selain dilakukan oleh petugas BP4 juga dari kesehatan yang berkaitan dengan usia subur dan refroduksi.

(saban/sir)