Sunday, 24 September 2017

PBB Desak Myanmar Hentikan Tindakan Militer Terhadap Rohingya

Kamis, 14 September 2017 — 10:34 WIB
Pengungsi Rohingya.(reuters)

Pengungsi Rohingya.(reuters)

MYANMAR – Krisis Rohingya di Myanmar semakin memprihatinkan. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mendesak Myanmar segera mengakhiri kekerasan militer, dan memberi status kewarganegaraan  kepada Rohingya.

“Saya meminta pihak berwenang Myanmar menghentikan tindakan militer, mengakhiri kekerasan, menegakkan supremasi hukum dan mengakui hak untuk mengembalikan semua orang yang terpaksa harus meninggalkan negara tersebut,” kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam sebuah konferensi pers, dilansir AFP.

Guterres mengatakan, pemerintah Myanmar harus memberikan status hukum agar warga Rohingya dapat menjalani kehidupan secara normal.

Dengan mengungsinya ribuan warga Rohingya ke negara-negara tetangga seperti Bangladesh, Guterres menyebut Myanmar sedang melakukan pembersihan etnis.

“Ketika sepertiga penduduk Rohingya harus melarikan diri dari negaranya, dapatkah Anda menemukan kata yang lebih tepat untuk menggambarkannya?”. (embun)