Friday, 20 October 2017

Terjaring OTT, KPK Segera Tentukan Status Bupati Batubara

Kamis, 14 September 2017 — 14:46 WIB
gedung-kpk

JAKARTA (Pos Kota) – Bupati Batubara, Sumatera Utara, Orang Kaya Arya Zulkarnain (OKAZ) bersama enam orang lainnya yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Tim Satgas Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (14/9/2017).

Mereka diamankan karena diduga mengetahui atau terlibat suap pengurusan sejumlah proyek di daerah tersebut.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan di markas KPK ini merupakan lanjutan pemeriksaan awal yang dilakukan di Mapolda Sumut, Rabu (13/9/2017). Selain pemeriksaan intensif juga ada ekspose atau gelar perkara guna menentukan status hukum ketujuh orang itu yang saat ini masing-masing masih berstatus terperiksa.

“Dalam waktu sebelum 24 jam status hukum dari pihak yang diamankan akan ditentukan. Apakah menjadi tersangka atau saksi dan siapa saja,” katanya, Kamis (14/9/2017).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, selain OKAZ, enam orang lain yang diamankan berinisial KA, AS, HH, ST, SA, MN dan MS. Mereka sudah berada di markas KPK sejak Kamis (14/9/2017) dini hari.

Febri menambahkan, informasi rinci dan resmi mengenai kasus, kronologis, dan status akan segera disampaikan dalam waktu dekat. “Sore ini direncanakan hasilnya akan disampaikan pada konferensi pers di KPK. Status hukum, kronologis, konteks kasusnya dan pasal UU Tipikor yang dikenakan akan disampaikan nanti,” imbuhnya.

Informasi sementara yang diterima saat ini, OKAZ ditangkap karena diduga menerima suap terkait fee sejumlah proyek di dinas pada Kabupaten Batubara. Indikasinya penerimaan hadiah atau janji dengan adanya fee terkait sejumlah proyek.

OKAZ diketahui menjabat sebagai Bupati Batubara melalui jalur independen selama dua periode yakni tahun 2008-2013 dan 2013-2018 dari jalur independen.
(julian/sir)