Wednesday, 20 September 2017

Wakapolres Pastikan Tidak Ada Penculikan Siswi SD di Tanjung Duren

Kamis, 14 September 2017 — 20:56 WIB
Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Wakil Kepala Kepolisian Resort (Wakapolres) Metro Jakarta Barat AKBP Adex Yudiswan mengunggah video rekaman di Closed Circuit Television (CCTV) di akun Facebooknya yang merekam jalanan di depan SDN Tanjung Duren Selatan Pagi 01 pada hari Senin, (11/9/2017), di mana sempat salah satu siswi SDN di Tanjung Duren mengaku menjadi korban percobaan perculikan.

Pengakuan siswi kelas empat berinisial PIS bersama dua rekannya sempat membuat heboh dunia maya. Pasalnya, dalam video berdurasi 2 menit 34 detik itu ia mengaku sempat menjadi korban percobaan penculikan, tapi berhasil lolos karena menggigit tangan pelaku.

“Awalnya aku lagi jajan. Terus pas aku pulang aku diginiin (tangan membekap mulut). Terus aku gigit dan langsung aku lari,” kata PIS dalam video tersebut.

Namun yang mengejutkan, mereka mengaku melihat ada dua anak laki-laki yang menjadi korban penculikan berada di mobil hitam dengan kondisi mulut dilakban dan tangan kaki terikat.

“Ada anak kecil dua. Pakai baju sekolah ada cowo dua. Mulutnya dilakban,” ucapnya.

Setelah Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Tanjung Duren melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi serta memeriksa kamera CCTV warga yang merekam kejadian, hasilnya sangat berbeda dengan keterangan tiga bocah tersebut.

Dalam keterangan di Facebook nya, Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Adex Yudiswan mengatakan telah melakukan pendalaman terhadap pengakuan bocah tersebut.

“Kami Polres Jakarta Barat mendapat info terkait ada anak yang akan diculik, berdasarkan video dimaksud. Kemudian anggota kami dipimpin kapolsek (Tanjung Duren) melakukan pendalaman dan identifikasi berdasarkan human intelijen dan tecnologi intelijen,” tulis Adex yang diunggah hari ini, Kamis, (14/9/2017).

Berdasarkan video yang didapat, Adex tidak membenarkan keterangan PIS yang mengaku sempat menjadi korban percobaan penculikan.

“Sementara berdasarkan alibi, waktu dan tempat didapat bahwa yang colek putri adalah tukang parkir. Dan karena panik serta takut kemungkinan ceritanya jadi berbeda,” imbuhnya.

Dia mengimbau agar kejadian ini bisa menjadi pelajaran seluruh masyarakat yang tidak langsung mengambil kesimpulan terhadap peristiwa yang belum tentu kebenarannya. Dia berharap agar warga yang menemukan hal janggal segera melaporkan ke Kepolisian.

“Pelajarannya bahwa situasi apapun cepat bertindak dan laporkan segera ke kami POLRI semakin cepat semakin Baik penanganannya pergunakan APLIKASI SIGAHTAN untuk di Wilayah Jakarta Barat. Semoga Allah selalu memudahkan kami POLRI untuk membantu masyarakat amin amin amin ya robbal alamin,” pungkasnya.

Dalam video yang diunggah Adex, memperlihatkan di mana ada seorang laki-laki yang diduga tukang parkir berdiri di samping mobil hitam. Saat tiga bocah itu melintasi mobil tersebut tukang parkir terlihat mencolek badan PIS, sontak PIS dan dua rekannya berlari meninggalkan tukang parkir itu.

Tidak berselang lama, dari mobil hitam tersebut turun satu bocah lelaki bersama ibu dan ayahnya yang langsung menuju gang di sebarang jalan tidak jauh dari mobil hitam terparkir. Sementara sang tukang parkir kembali melanjutkan aktifitasnya memarkirkan kendaraan lain yang hendak parkir. (Yendhi)