Thursday, 19 September 2019

Tingkatkan Produktivitas Kerja, Kadin dan IPB Dukung Program GNP2DS

Jumat, 15 September 2017 — 11:14 WIB
Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Bambang Satrio Lelono.(Ist)

Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Bambang Satrio Lelono.(Ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Kamar Dagang Indonesia akan serap 400.000 tenaga magang tahun depan, untuk mendukung pemerintah dalam program Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (selanjutnya disebut “GNP2DS”) di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Bambang Satrio Lelono yang mewakili Menaker  M Hanif Dhakiri saat  penandatanganan nota kesepahaman dengan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN)  Bidang Perindustrian Johnny Darmawan serta dengan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Herry, di Jakarta Kamis (14/9/2017).

“Kita terus tingkatkan produktivitas yang menjadi kunci  peningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,  kesejahteraan dan kualitas kehidupan masyarakat serta daya saing nasional, melalui program pemagangan untuk meningkatkan kompetensi calon pencari kerja. Tahun depan Kadin siap menerima 400.000 tenaga magang, “ kata Bambang.

Menaker Hanif selaku Ketua Lembaga Produktivitas  Nasional ( LPN) dalam sambutan tertulisnya mengatakan,  percepatan pelaksanaan dan perluasan GNP2DS merupakan suatu keharusan yang perlu didukung oleh semua pemangku kepentingan secara lebih sinergis dan berkesinambungan.

Kerjasama dengan KADIN, tambah Bambang, juga  meliputi sosialisasi dan promosi peningkatan produktivitas,  pengembangan model dan metode peningkatan produktivitas;  pengembangan program pelatihan, bimbingan, dan konsultansi peningkatan produktivitas;  pengembangan publikasi dan informasi peningkatan produktivitas; dan  pengembangan jejaring dan kerja sama peningkatan produktivitas dengan institusi di dalam maupun luar negeri.

Nantinya ada 12 sektor yang masuk dalam kerjasama dengan Kadin, yaitu disektor otomotif, produk agro, elektronika, produk karet, tekstil, perikanan, produk kayu, penerbangan, jasa on line, pariwisata, kesehatan dan logistik.

Sementara kerjasama dengan IPB, meliputi pengembangan program pendidikan dan pelatihan produktivitas di IPB dan mitra kerjanya; pengembangan program penelitian dan konsultansi serta pelayanan peningkatan produktivitas; pengembangan program publikasi, penyebarluasan informasi, dan promosi GNP2DS; serta pengembangan program jejaring dan kerja sama peningkatan produktivitas dengan institusi di dalam maupun di luar negeri.(tri)