Friday, 20 October 2017

Festival Film Perdamaian di Bali Pilih 9 dari 526 Film

Sabtu, 16 September 2017 — 6:23 WIB
Damien Dematra, selaku pendiri dan Direktur IFFPIE.(Ist)

Damien Dematra, selaku pendiri dan Direktur IFFPIE.(Ist)

JAKARTA (Pos Kota) – International Film Festival for Peace, Inspiration and Equality (IFFPIE) memilih 9 film masuk nominasi dari 526 film yang berasal dari 52 negara guna memperebutkan gelar Film Terbaik pada 20 September nanti.

Event tersebut guna memperingati Hari Perdamaian Sedunia (World Peace Day).
IFFPIE merupakan sebuah festival film perdamaian berskala internasional yang telah berlangsung selama enam tahun.

Kesembila nominasi film terbaik tersebut adalah,

1. Aimee, disutradarai oleh Lee Whittaker,

2. Ensemble oleh Toowa2,

3. Film Fighting to be Free disutradarai oleh Cheryl Halpern,

4. In the Name of Peace: John Hume in America disutradarai oleh Maurice Fitzpatrick,

5. Indigo Child disutradarai oleh Wagner de Assis,

6. Kawomera: Plant, Pray, Partner for Peace disutradarai oleh Marla Mossman,

7. Shattered disutradarai oleh Yeeshai Gross and Matt Scott,

8. WishMakers disutradarai oleh Cheryl Halpern

9. Film You Know What I Wish For oleh Irina Arms.

Damien Dematra, selaku pendiri (founder) dan Direktur (director) IFFPIE mengatakan, pengumuman festival tersebut akan digelar di Bali dan akan dihadiri langsung oleh sineas dari berbagai negara.

“Kembalinya IFFPIE tahun ini dengan berbagai kalangan yang ikut berpartisipasi, menunjukkan bahwa isu perdamaian telah menjadi isu kita bersama. Kondisi yang memprihatinkan di Rohingya, Timur Tengah dan semenanjung Korea semakin menunjukkan pentingnya arti perdamaian,” ujar Damien.

Festival film IFFPIE adalah festival film perdamaian dan inspirasi terbesar di dunia.
Pada tahun sebelumnya, IFFPIE telah memberikan penghargaan kepada berbagai tokoh yang dianggap membawa pesan perdamaian dan inspirasi seperti Presiden Joko Widodo, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter, Paus Yohanes II, Leonardo DiCaprio dan sebagainya.

Menurut Duta Perdamaian, Natasha Dematra yang juga putri kandung Damien Dematra, selain memberikan penghargaan kepada film terbaik, IFFPIE juga akan memberikan penghargaan The Highest Peace Prize kepada John Hume, aktivis Irlandia yang telah meraih Nobel Perdamaian, Presiden Amerika ke-42; Bill Clinton, Presiden Amerika ke-39 Jimmy Carter, Perdana Menteri Inggris John Major, Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan sutradara perempuan Cheryl Halpern.

Dari sembilan film tersebut, Indigo Child adalah film asal Portugis karya Wagner de Assis yang berkisah tentang seorang anak perempuan yang dikejar oleh media saat dunia tahu bahwa ia mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan penyakit.

Film In the Name of Peace: John Hume in America merupakan film dokumenter tentang peran John Hume bagi Irlandia di Amerika Serikat. Film asal Amerika Serikat Fighting to be Free merupakan film dokumenter yang mengambil potret kehidupan wanita Etiopia yang berusaha menyingkirkan kediktatoran komunis yang brutal dari negara mereka.

Kawomera, juga film dokementer tentang komunitas petani kopi yang anggotanya terdiri dari berbagai pemeluk agama seperti Muslim, Yahudi Uganda dan Kristen.
Film WishMakers berkisah tentang komunitas berkebutuhan khusus yang bekerja di sebuah perkebunan anggur.

Sementara film Shattered merupakan film pendek tentang realitas anak-anak yang mengalami pelecehan seksual.

Film You Know What I Wish For merupakan film yang berkisah tentang kakak beradik di tengah-tengah Perang Dunia ke-2.

Film Ensemble meupakan film asal Jepang dengan tema percintaan lelaki dan perempuan yang dibalut dengan eksekusi yang unik.

Sedang film Aimee berkisah tentang seorang perempuan yang menemukan adiknya yang berusia 13 tahun diculik oleh pedagang seks.

Di samping kesembilan film ini, IFFPIE juga memilih puluhan film lainnya sebagai official selection dan akan ditayangkan di Bali, Jakarta serta beberapa tempat lainnya di berbagai belahan dunia.

Sri Anglung Prabu Punta Djajanagara dari Majelis Adat Budaya Keraton Nusantara (Madukara) bekerja sama dengan Film Festivals Alliance mengambil posisi terdepan dalam pelaksanaan acara World Peace Day. (ali/d)