Sunday, 18 November 2018

Rayu Istri Orang Pakai WA Babak Belur Dihajar Suami

Minggu, 17 September 2017 — 6:03 WIB
kalau

BIAR bekas pacar, jika sudah jadi bini orang, tak boleh diganggu. Parjoko, 34, dari Malang ini nekat. Ny. Utami disayang-sayang lewat WA. Hadi, 35, suaminya marah. Dengan mengajak Kadir temannya, dicarinyalah Parjoko sampai ketemu. Begitu ketemu langsung ketepak-ketepuk, Parjoko dibuat bulan-bulanan.

Jika belum jodoh, biar pacaran cukup lama, bisa saja putus. Sebaliknya yang berjodoh, meski pacaran hanya dua minggu bisa saja langsung naik ring dan nangkring. Tapi yang gagal mengawini kekasih, tidak perlu masgul, dari sono-Nya memang sudah diatur begitu. Karenanya harus move on, jangan sudah jadi bini orang masih dirayu-rayu lewat WA dan FB. Bisa panjang urusannya.

Kelakuan Parjoko dari Kabupaten Malang, rupanya seperti itu. Sekitar 5 tahun lalu dia pacaran dengan Utami. Hampir satu pelita dia menjalin cinta dengan sidia, tapi tak juga dilamar-lamar, dengan alasan secara ekonomi belum siap. “Memangnya anak orang cukup dikasih bonggol doang, kan perlu juga benggol.” Begitu alasan Parjoko kala itu.

Karena kekasih tidak memberi kepastian, Utami kemudian menerima lamaran Hadi, yang baru mengenalnya secara efektif sejak sebulan lalu. Kata si cowok kala itu, saya tidak mau pacaran. Kalau sudah cocok ya menikah saja. Benar-benar Hadi menjadi kuda hitam, dan kemudian berhasil tunjukkan “tenaga kuda”-nya atas Utami. Dan ternyata benar, setelah resmi di KUA di ranjang Hadi ini mengkal-mengkal nggak keruan. Hieehhhh, hiehhh, brrlbb…….

Rumahtangga Utami-Hadi sungguh bahagia nan sejahtera. Sesuai dengan perkembangan tehnologi HP, Utami pun kini juga punya HP smartphone yang bisa untuk nge-WA lewat grup. Jika sudah main gadget, wihh…….baik suami maupun istri, bisa sibuk sendiri-sendiri, lupa anak dan lupa pasangan masing-masing.

Dari kesibukan main WA, lama-lama Utami nyangkut ke teman lama sekaligus mantan kekasih. Dialah Parjoko, pemuda yang kebanyakan retorika, tanpa karya nyata. Bisa dibilang demikian karena, pacaran sekian lama tak juga dideklarasikan cintanya. Tentu saja pada akhirnya ditinggal, tak peduli dianya gulung koming.

Parjoko setelah ketemu Utami, seakan kisah cinta lamanya yang belum finish kembali menyala-nyala bak api PON Merapen. Dia kemudian suka menjapri Utami, bahkan berani bersayang-sayang. Demi keamanan, Utami segera menghapus rayuan-rayuan Parjoko.

Tapi setiap hari harus menghapus rayuan gombal, lama-lama capek juga. Beberapa hari lalu rayuan Parjoko di grup WA itu terbaca suami. Tahu yang kirim bebas kekasih lama sang istri, Hadi jadi tersinggung. Kenapa ikut campur urusan orang? Kayak Rohingya saja, Indonesia ikut sibuk dibuatnya. Padahal kata Prabowo dan Amien Rais, itu mah pencitraan!

Dengan mengajak seorang temannya, Parjoko dicari. Setelah ketemu, tanpa klarifikasi maupun tabayun, langsung saja Parjoko dikeroyok berdua dengan temannya; ketepak, ketepuk! Untung ayah Parjoko berhasil melerainya sehingga bekas kekasih Utami ini tak sampai menderita serius, kecuali wajahnya yang jadi simpang siur karena bengep-bengep. Sedangkan Hadi dan temannya dilaporkan ke polisi dan ditangkap.

Emosi jadi urusan polisi, gara-gara nggak cepat deklarasi. (JPNN/Gunarso TS)