Wednesday, 14 November 2018

Kena OTT Sampah, Siap-siap Dipermalukan di Medsos

Selasa, 19 September 2017 — 13:45 WIB
dokumentasi

dokumentasi

JAKARTA (Pos Kota) – Perilaku pembuang sampah di sembarang tempat siap-siap dipermakukan di ruang publik. Selain sanksi denda, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat juga meminta warga yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) disanksi sosial.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan sanksi sosial dapat diterapkan dengan menyebar gambar wajah pelanggar aturan di media sosial [medsos].

Sebelumnya Djarot meminta agar foto pelanggar dipampang di spanduk dan ditempatkan di fasilitas umum. Namun menurut Isnawa hal tersebut akan membutuhkan biaya.

“Sekarang eranya sudah sosmed mungkin akan lebih bagus kalo kita pakai sosmed. Pakai spanduk kayanya pertama pasti biaya,” ujarnya di IRTI Monas, Jakarta Pusat, Selasa (19/9/2017).

Meski demikian, Isnawa menilai sanksi denda lebih efektif untuk membrikan efek jera. Sesuai Perda DKI Nomor 3 tahun 2013 tentang pengelilaan sampah, sanksi denda berkisar RP100 ribu hingga Rp500 ribu.

” Saran kita, mendingan ditangkap, ada barbuk, suruh isi form terkait dengan pelanggaran perda kita kenakan terkait uang denda paksa. Itu lebih nyata,” tandas Isnawa.

Isnawa menambkan, hingga saat ini terkumpul uang denda paksa sebesar Rp64 juta dari 700 warga yang tertangkap OTT. Sedangkan pada 2016, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta berhasl mengumpulka uang denda OTT sebesar Rp201 juta.
(ikbal/sir)