Tuesday, 16 July 2019

Ridho Direhabilitasi, Tangis Bahagia Rhoma Irama Tak Terbendung

Selasa, 19 September 2017 — 20:16 WIB
Rhoma Irama memeluk haru putranya Ridho Irama

Rhoma Irama memeluk haru putranya Ridho Irama

JAKARTA (Pos Kota) – Raja dangdut Rhoma Irama bersyukur atas putusan majelias hakim yang menjatuhkan putusan bahwa putranya, Ridho Roma, hanya menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur selama enam bulan sepuluh hari.

Rhoma Irama selama menghadiri sidang di Pengadilan Negeri, Jakarta Barat, Selasa (19/9/2017) nampak beberapa kali terlihat melafalkan ayat suci Alquran dengan gerakan kecil di bibirnya. Bahkan, selama sidang berlangsung Rhoma berdiri paling depan mendengarkan seksama kata demi kata pertimbangan dan putusan majelis hakim.

(Baca: Ridho Roma Divonis Hakim Harus Direhabilitasi)

Hal itu dilakukan tidak lain untuk memberikan dukungan moril kepada Ridho. Maka tidak aneh ketika hakim mengetuk palu Roma langsung mengucap syukur dan memberikan pelukan hangat kepada Ridho Roma.

Tangis haru dari keduanya terlihat saat tangan mereka saling mendekap. Suasana menjadi tambah haru saat tepukan tangan dari keluarga dan pengunjung sidang memberikan suport kepada Ridho.

“Saya berterimakasih kepada pengacara yang telah berkerja secara profesional, terimakasih kepada tim jaksa yang telah melaksanakan tugasnya dan alhamdulilah besok Ridho sudah bisa direhap,” kata Rhoma.

Rhoma berharap, dengan kejadian ini Ridho menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih baik dari sebelumnya.

“Tentunya dengan harapan bahwa ini menjadi pelajaran besar buat Ridho untuk jadi lebih baik dari sebelumnya. Semoga jadi peringatan temen-temen yang lain, buat kita semua, kalau narkoba itu menyengsarakan dunia akhirat,” pungkasnya.

(Baca: Hadapi Sidang Putusan, Ridho Rhoma Tiba di PN Jakarta Barat)

Untuk diketahui, majelis hakim memutuskan Ridho terbukti bersalah melanggar Pasal 127 ayat 1 (a) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika untuk diri sendiri. Ridho divonis sepuluh bulan pidana. Namun, hukuman pidana tersebut setelah dikurangi masa tahanan dan dijalani di Rumah Sakit Ketegantungan Obat (RSKO) Cibubur selama enam bulan sepuluh hari.

Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum dan terdakwa menerima putusan majelis hakim. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mendakwa 2 tahun pidana mengaku masih akan pikir-pikir. (Yendhi)