Monday, 23 October 2017

Didesak Gratiskan Biaya Masuk, Ini Kata Pengelola Ancol

Kamis, 21 September 2017 — 15:27 WIB
ancol

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mendesak PT Pembangunan Jaya Ancol sebagai pengelola membebaskan akses masuk wisata Pantai Ancol dari biaya masuk. Selain Djarot, sebelumnya massa dari Gerakan Rakyat Jakarta Utara (GRJU) menggelar aksi demonstrasi menuntut hal yang sama.

Menanggapi desakan tersebut, Manager Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol, Rika Lestari, mengatakan saat ini tengah melakukan kajian. Ia masih mempelajari kemungkinan pembebasan biaya masuk tempat wisata idola warga Jakarta itu.

“Saat ini masih kami pelajari. Jadi kami belum bisa memberikan keterangan lebih banyak,” kata Rika saat dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (21/9/2017).

Rika menambahkan sudah mendapat usulan tersebut secara resmi dari Pemprov DKI Jakarta. Disebut Rika, Pemprov DKI saat ini merupakan pemegang saham mayoritas dari PT Pembangunan Jaya Ancol sebesar 72 persen. “Rasanya sudah ada komunikasi sehingga kami dari pihak pengelola itu memang sedang mengkaji,” imbuh Rika.

Sebelumnya Djarot minta akses masuk warga ke Pantai Ancol yang dikelola PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA) itu digratiskan dari biaya. Pengelola dapat menetapkan tarif parkir kendaraan yang lebih tinggi sebagai gantinya

“Itu sudah digagas lama juga, yang masuk disitu itu yang kena itu harusnya parkir mobilnya. Dikenakan khusus lebih tinggi. dipakai perjam, dapat dari situ,” kata Djarot beberapa waktu lalu.

Menurutnya, sistem telah digodok sejak awal tahun. “Itu salah satu wacana yang memang sudah kita rencanakan sejak awal 2017 ini sudah kita rancang untuk konsep cashless itu. Jadi memang dalam waktu dekat itu segera direalisasikan,” ujarnya.

Rika menambahkan penerapan sistem cashless oleh PT Pembangunan Jaya Ancol akan dilakukan secara bertahap. Sistem cashless juga direncanakan akan diterapkan secara keseluruhan, termasuk pembayaran wahana Dunia Fantasi (Dufan).

“Kemungkinan bertahap. Itu semuanya kita pelajari,” imbuh Rika.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengkritik sistem tunai yang masih diterapkan oleh PT Pembangunan Jaya dalam transaksinya. Menurutnya sistem tunai yang diterapkan dalam tiket masuk tertinggal dan belum mendukung sistem non tunai atau cashless yang diterapkan Pemprov DKI.

“Kan belum cashless, diitung pakai karcis, masih kuno. Bagaimana ngitungnya, bagaimana pertanggung jawabannya,” kata Djarot beberapa waktu lalu. (ikbal/yp)