Thursday, 23 November 2017

Kampung Bekelir di Babakan Tangerang Sudah 90 Persen Rampung

Kamis, 21 September 2017 — 16:06 WIB
Rapat menggagas kampung kumuh menjadi wisata 'Kampung Bekelir' di salah satu ruang Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. (awang)

Rapat menggagas kampung kumuh menjadi wisata 'Kampung Bekelir' di salah satu ruang Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. (awang)

TANGERANG ( Pos Kota) – Proses pembangunan Kampung Bekelir di lingkungan RW 01 Kelurahan Babakan, Kota Tangerang, terus dikerjakan, dan sudah 90 persen rampung.

“Kami menggagas pemukiman kumuh ini menjadi tempat wisata, yaitu Kampung Bekelir,”  kata inisiator Kampung Bekelir yakni Ibnu Jandi, usai rapat dengan perwakilan Pemkot Tangerang, Rabu(20/9) lalu.

Rapat tersebut  turut dihadiri Sekda Kota Tangerang Dadi Budaeri dan Kabid Pariwisata Kota Tangerang Rizal Ridolloh. Sejumlah rancangan pun dituangkan dalam membahas Kampung Bekelir yang dijadikan objek wisata teranyar oenuh warna di Kota Tangerang.

“Gimana untuk ke depannya nanti sebagai objek wisata dibahas bersama – sama,” ujar Jandi.

Menurut Jandi, perlu adanya intervensi dari pihak pemerintah untuk masa depan Kampung Bekelir tersebut. “Sebentar lagi ini kan rampung, hampir semua dinding di rumah – rumah pemukiman kumuh itu sudah dihias. Begitu pun dengan atap – atapnya,” ucapnya.

Ada sekitar 300 rumah warga yang dilukis oleh para street art yang berasal dari Bandung, Jogja, Cilacap, Semarang, bahkan Filiphina.

“Di lokasi itu juga ada rumah pemulung dan pengepul rongsokan yang dulunya dipandang sebelah mata, sekarang menjadi sedap dipandang,” kata Jandi.

Dinding – dinding pemukiman kumuh tersebut digambari ikon – ikon yang menjadi ciri khas Tangerang. Seperti Lenggang Cisadane, Gambang Kromong, Cokek, Laksa, Masjid Al Azhom, Bandara Soetta, dan masih banyak yang lainnya.

“Kami ingin membangun Kampung Bekelir ini tanpa APBD dan dibantu oleh CSR dari para sponsor. Tapi harus ada ikut campur dari peran Pemkot Tangerang,” imbuh Jandi.

Sementara itu Sekda Kota Tangerang, Dadi Budaeri  berencana turut andil dalam menjadikan lokasi pemukiman kumuh tersebut menjadi objek wisata yang akan ramai dikunjungi warga. “Saya nanti mulai berkoordinasi dengan sejumlah Dinas dalam intervensi pembangunannya,” tutur Dadi.

Beberapa jajarannya yang diterjunkan di antaranya Dinas Pariwisata, Dinas PU, Dishub, dan Dinas Pangan.

“Nanti Dinas Pangan akan memberikan bibit sayuran kepada warga untuk ditanam. Sehingga menjadi nilai ekonomis untuk dijual ke para pengunjung di Kampung Bekelir ini,” jelasnya.

Begitu pun dengan Dinas Pariwisata yang mendorong lokasi tersebut sebagai objek potensial, diibantu  Dinas PU dan Dishub.(Awang/tri)