Tuesday, 26 March 2019

Ini Alasan Pengguna Transportasi Umum Masih Rendah

Minggu, 24 September 2017 — 13:03 WIB
transoirtasi

JAKARTA (Pos Kota) – Penggunaan transportasi massal di Jakarta belum menjadi gaya hidup warganya. Penggunaan kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama dalam perjalanan di Jakarta. Dampaknya, kemacetan akibat terlalu banyak banyak kendaraan tidak dapat dihindari.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko mengatakan alasan banyaknya warga yang enggan menggunakan transportasi publik adalah ketersediaan angkutan massal itu sendiri. Selain itu, belum adanya integrasi antarmoda transportasi menjadikan warga lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi

“Yang pertama, ketesediaan angkutan massalnya. Kedua adalah koneksi, integrasi antarmoda. Misal kita turun dari Sudirman gak ada angkutan yang nyambung, akhirnya orang pindah, gak mau pakai transportasi umum,” ujarnya di Jalan Teluk Betung, Jakarta Pusat, Minggu (24/9/2017).

Selain itu, faktor yang menyebabkan masih minimnya penggunaan transportasi umum adalah belum adanya integrasi pembayaran. Padahal disebut Sigit, dengan adanya integrasi sistem pembayaran, kontrol terhadap subsidi perjalanan akan dipermudah.

Kita tingkatkan kapasitasnya, pola jaringan juga kita evaluasi. Termasuk juga sistem pembayaran. Supaya lebih mudah, jadi kontrol subsidinya juga lebih mudah. Masyrakat juga lebih mudah menggunakannya,” imbuh Sigit.

Dikatakan Sigit, pengguaan transportasi umum di Jakarta masih di angka sekira 18 persen. Sigit menandaskan, tahun 2019, pihaknya menargetkan penggunaan transportasi sebesar 30 persen dan terus meningkat menjadi 60 persen pada 2029. Hal ini didukung dengan sudah beroperasinya angkutan massal MRT dan LRT pada tahun tersebut.

Lebih lanjut, kata Sigit, pengendalian pertumbuhan jumlah kendaraan di Jakarta juga dikontrol dengan kebijakan penerapa sistem jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) dan beberapa regulasi penunjang lainnya.

“Pengendalian lalu lintas kita terapkan. Ada ERP, parking, kewajiban memiliki garasi. Sarana juga kita siapkan, jaringan kita siapkan. Nanti barulah akan naik penggunaan transportasi publik,” tutup Sigit.

(ikbal/sir)