Sunday, 18 November 2018

Panglima Berharap Karateka dari TNI Raih Emas Olimpiade Tokyo 2020

Senin, 25 September 2017 — 8:42 WIB
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyerahkan piala juara umum pada tim Karate Mabesad.(Ist)

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyerahkan piala juara umum pada tim Karate Mabesad.(Ist)

JAKARTA (Pos Kota)  – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo secara resmi menutup Kejurnas Karate Piala Panglima TNI ke V Tahun 2017 yang berlangsung selama 3 hari dari 22-24 September 2017 di GOR Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta.

Mabesad meraih peringkat pertama dengan 14 emas, 7 perak dan 1 perunggu.  Dengan demikian Mabesad berhasil mempertahankan posisi sebagai juara Umum, sedangkan juara dua disabet oleh tim Mabesad dengan medali 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu, untuk posisi ke 3 diraih oleh Kontingen Kodam V/Brawijaya yang mencuri 1 emas pada kelas Kumite -55 kg Senior Males milik Mabesad.

Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, menargetkan medali emas dari cabang olahraga karate di Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.  Oleh karena itu, dia berharap dari peserta Kejuaran Piala Panglima TNI ke V Tahun 2017 ada yang menembus Olimpiade.

“Bagi atlit yang ikut kejuaraan ini masih bisa tampil di Olimpiade jika terus tekun latihan. Meski yang karateka yang dipersiapkan ke Olimpiade tidak ikut dalam kejuaraan ini ” katanya.

“Ini hal yang penting dan membanggakan, selanjutnya hasil dari kejuaraan ini, dari perguruan -perguruan maupun Pemprov menurut hasil pengamatan pencari bakat banyak wasit yang mempunyai harapan prestasi yang tinggi dan mereka akan diberikan penghargaan,” sebut Panglima.

Pada pelaksanaan kejuaraan ini peserta dari pemprov maupun perguruan, panitia telah merekam semua pertandingan orang-perorang yang nanti akan diberikan kepada perguruan dan Pemprov sehingga masing-masing atlit yang bertanding pasti ada rekamannya.

“Hal ini diperlukan untuk membiasakan bagi para atlit, agar mengetahui pada saat bertanding lawannya siapa? kelebihan dan kekurangan lawannya serta kelebihan dan kekurangan dirinya apa?,” ujarnya memaparkan.

Menurut Panglima semua ini untuk menjadi evaluasi di perguruan dan Pemprov masing-masing sehingga kedepan masing-masing atlit akan mempunyai loncatan kemampuan yang luar biasa

Panglima TNI berpesan, “Pertandingan menang dan kalah adalah suatu hal yang biasa, yang kalah bukan berarti berakhir tapi bagi orang -orang yang hebat dia akan mengambil pelajaran dari kekalahan, Marilah bangkit berlari mengejar prestasi yang akan datang,” ucapnya.

Bagi yang berprestasi jangan mudah puas, Panglima TNI meminta agar mengasah diri lagi sehingga pada saat pertandingan mendatang bisa semakin berjaya.

“Semua harus mengambil hikmah dari kejuaraan ini sehingga kedepan Karate dapat menjadi lebih maju lagi,” kata Panglima TNI. (rizal)