Monday, 18 December 2017

Peraturan Menteri Ini Membuat Ratusan Pedagang Obat Tutup Toko

Selasa, 26 September 2017 — 19:46 WIB
Seluruh pedagang obat di Pasar Pramuka melakukan aksi tutup toko (ifand)

Seluruh pedagang obat di Pasar Pramuka melakukan aksi tutup toko (ifand)

JAKARTA (Pos Kota) – Mogoknya para pedagang obat pasar Pramuka yang menutup tokonya hingga seminggu ke depan, karena izin apotek rakyat yang selama ini mereka jadikan pegangan berjualan, dicabut Kementerian Kesehatan. Mereka pun baru akan kembali berjualan bila izin sudah didapatkan kembali.

Ketua Paguyuban pedagang Farmasi pasar Pramuka, Ridwan mengatakan, atas tersebut sedikitnya ada 294 kios tidak melayani aktivitas jual beli. Tutupnya Pasar Pramuka disebabkan para pedagang akan mengajukan peralihan dari apotek rakyak ke apotek reguler.

“Izin itu kami perlukan karena Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 284/MENKES/SK/III/2007 tentang Apotek Rakyat telah dicabut,” ujarnya, Selasa (26/9)

Setelah dicabutnya Peraturan Menteri Kesehatan tentang Apotek Rakyat, tambah Ridwan, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes/PMK) No. 53 Tahun 2016 yang berisikan tentang pencabutan Permenkes 284/MENKES/PER/III/2007 tentang Apotek Rakyat.

“Dengan adanya peraturan itu, kami yang berjualan disini kerap disalahkan karena sejak September disebut tak mengantongi izin,” paparnya.

Alasan pencabutan apotek rakyat, tambah Ridwan, karena pemerintah telah gencar mendistribusikan obat-obatan generik yang harganya terjangkau bagi masyarakat umum.

Sehingga, keberadaan apotek rakyat dinilai tidak dibutuhkan lagi. “Padahal, justru apotek rakyat dapat bersentuhan langsung dengan rakyat kecil, yang kondisi ekonominya menengah ke bawah,” tambahnya.

(Baca: Belum Dapat Izin, Ratusan Pedagang Obat Pasar Pramuka Pilih Tutup Toko)

Dari aksi penutupan toko yang dilakukan, kata Ridwan, para pedagang pun pastinya akan mengalami kerugian. Dimana dalam satu hari omset penjualan di pasar mencapai Rp10 miliar yang didapat dari 294 pedagang.

“Langkah ini terpaksa kami lakukan agar kami bisa berjualan dengan tenang. Karena kalau dirazia, akan banyak uang dan barang dagangan yang disita,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan ratusan pedagang obat di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, menggelar aksi tutup toko, Selasa (26/9). Langkah itu dilakukan dalam upaya mendapatkan izin apotik rakyat kembali didapat setelah sebelumnya dihapus oleh kementrian kesehatan. (Ifand/win)