Monday, 23 October 2017

Polisi Belum Temukan Pemilik Situs Nikahsirri Alami Gangguan Jiwa

Selasa, 26 September 2017 — 12:50 WIB
Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Adi Deriyan saat rilis kasus lelang perawan di Polda Metro Jaya, Minggu, (24/9/2017). (yendhi)

Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Adi Deriyan saat rilis kasus lelang perawan di Polda Metro Jaya, Minggu, (24/9/2017). (yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, selama melakukan pemeriksaan terhadap Aris Wahyudi (49), pemilik situs nikahsirri.com polisi belum menemukan ada gangguan kejiwaan.

“Jadi si AW ini setiap kita tanya jawabannya benar semua. Kita tanya namanya, kita tanya alasannya, kita tanya kronologisnya, kita tanya semuanya, kita tanya websitenya atau klien semua jawabannya benar,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa, (26/9/2017).

Meskipun selama pemeriksaan AW memberikan jawaban yang benar dan tidak terlihat adanya tanda-tanda gangguan kejiwaan tidak menutup kemungkinan polisi akan memanggilkan dokter psikiater atau ahli kejiwaan.

“Tapi gak menutup kemungkinan kalau nanti diperlukan ya kita periksakan. Kalau memang perlu didatangkan psikiater ya kita datangkan tapi selama ini ditanya jawabannya normal, lancar dalam setiap penyidik memberikan pertanyaan,” tuturnya menyudahi.

Diberitakan sebelumnya, Aris Wahyudi, pemilik situs nikahsirri.com ditangkap polisi Minggu, (24/9/2017) dini hari di kediamannya di Jalan Manggis, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, saat tengah tertidur.

(Baca: Polisi Selidiki Keterlibatan KUA dan Akan Ada Tersangka Baru)

 

Ia ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan tindak pidana ITE dan atau Pornografi dan atau Perlindungan Anak dan atau Penyedia Jasa.

Dari rumah tersangka polisi juga mengamankan barang bukti diantaranya laptop, 4 topi berwarna Hitam bertuliskan “Partai Ponsel”, 2 kaos berwarna putih bertuliskan “Virgins Wanted”, dan 1 spanduk hitam bertuliskan “Deklarasi Partai Ponsel Brutally Honest Political”.

Aris dikenakan Pasal 4, Pasal 29 dan Pasal 30 UU No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi juncto Pasal 27, Pasal 45, Pasal 52 ayat (1) UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE.

(yendhi/sir)