Friday, 21 September 2018

Tiga Warga Israel Ditembak Mati oleh Pria Palestina

Selasa, 26 September 2017 — 19:04 WIB
Pelaku ditembak mati aparat keaman setelah menewaskian tiga orang Israel sementara seorang korban lagi cedera serius.

Pelaku ditembak mati aparat keaman setelah menewaskian tiga orang Israel sementara seorang korban lagi cedera serius.

ISRAEL– Tiga warga Israel ditembak mati oleh seorang pria Palestina di dekat gerbang masuk ke permukiman Yahudi di kawasan pendudukan Tepi Barat, menurut polisi Israel.

Pria bersenjata yang berusia 37 tahun itu berasal dari kampung sekitar dan belakangan ditembak mati oleh aparat keamanan.

Polisi mengatakan dia mengeluarkan pistol ketika mengatre untuk masuk ke Har Adar bersama para pekerja Palestina lainnya dan melepaskan tembakan ke polisi serta satuan pengamanan.

Insiden ini terjadi ketika utusan Amerika Serikat, Jason Greenblatt, tiba di Jerusalem untuk menghidupkan kembali perundingan damai Israel-Palestin

Gedung Putih berupaya menyusun kerangka kerja untuk menggulirkan kembali perundingan sejak Presiden Donald Trump memerintah awal 2017 namun sampai saat ini masih belum terlihat ada kemajuan.

Perundingan damai Israel-Palestina terhenti pada April 2014 lalu.

Rangkaian serangan

Serangan Selasa (26/09) merupakan yang terbaru dalam rangkaian penikaman, penembakan, dan penabrakan atas penduduk Israel yang umumnya dilakukan warga Palestina atau orang Arab Israel sejak akhir 2015 lalu.

Hingga saat ini, sekitar 50 warga Israel dan lima warga asing tewas dalam rangkaian serangan di Israel maupun wilayah pendudukan.
Sekitar 300 orang Palestina -sebagian besar, menurut Israel, adalah pelaku serangan- juga tewas dalam periode tersebut, sebagian lain tewas dalam bentrokan dengan pasukan Israel.

Israel mengatakan warga Palestina adalah pihak yang memulai gelombang kekerasan itu namun kepemimpinan Palestina menuding pemicunya adalah frustasi yang sudah mengakar sejak pendudukan Israel.

____________________________________________________________________

Polisi mengatakan gerak gerik pria penyerang, Nimer Jamal, menarik perhatian aparat keamanan di dekat gerbang Har Adar dan ia kemudian mengeluarkan pistol untuk menembak korbannya dari jarak dekat.

Selain tiga korban yang tewas, seorang lagi cedera serius sebelum penyerangnya ditembak oleh aparat keamanan.

Jamal disebut merupakan ayah empat anak yang memiliki izin untuk bekerja di kawasan permukiman Yahudi di sepanjang perbatasan Tepi Barat, seperti diungkapkan badan keamanan dalam negeri Israel.

Dia berasal dari kampung Beit Surik, sekitar 1,5km dari Har Adar atau sekitar 18km di sebelah barat laut Jerusalem.

Sekitar 36.000 warga Palestina memiliki izin kerja di permukiman Yahudi namun harus melewati pemeriksaan yang ketat.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut namun kelompok militan Palestina di Gaza, Hamas, dan Jihad Islam, memujinya.

Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Tzipi Hotovely, mengatakan ‘serangan mengerikan di Har Adar merupakan penyambutan Palestina’ untuk utusan Amerika Serikat.

Sementara Kepala Informasi Fatah -faksi politik di Tepi Barat yang mendukung Presiden Palestina, Mahmoud Abbas- mengatakan Israel bertanggung jawab atas serangan itu karena ‘agresi yang berkelanjutan’ atas warga Palestina.

Pemukiman Yahudi merupakan masalah yang paling sulit bagi Israel dan Palestina, yang melihatnya sebagai hambatan untul perdamaian.

Lebih dari 600.000 orang Yahudi tinggal di sekitar 140 wilayah permukiman yang dibangun Israel sejak pendudukan Tepi Barat dan Jerusalem Timur tahun 1967. Permukiman itu diangap melanggar hukum internasional walau pandangan itu ditentang Israel. (BBC)